Berita

HNW/Net

HNW: Ada Relasi Antara Bernegara Dan Beragama

KAMIS, 27 JULI 2017 | 15:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Agama Islam tidak pernah mendikotomikan antara urusan dunia dan akhirat.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa para ulama pendiri bangsa belajar agama adalah juga untuk mengurus kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga ada relasi antara bernegara dan beragama

"Dalam urusan negara tak bisa kita melepaskan agama," ujarnya saat memberi Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada civitas akademika Sekolah Tinggi Islam dan Dirosat  Islamiyah (STIDI) Al Hikmah, Jakarta, Rabu (26/7).


Ia mencontohkan dasar negara Pancasila dan UUD 1945 menyebutkan bahwa negara ini berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa Pancasila yang ada saat ini adalah Pancasila yang disepakati pada 23 Juni 1945. Pancasila itu disepakati oleh Tim 9. Adapun 4 anggota Tim 9 itu adalah Abikusno Tjokrosuyoso, Wachid Hasyim, Kahar Muzakir, dan Agus Salim.

"Mereka semua adalah dari golongan Islam," ujarnya.

Dalam Piagam Jakarta, Sila I Pancasila mengatakan bahwa Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Namun pada hari selanjutnya, utusan masyarakat Indonesia bagian timur yang beragama non-Muslim melalui Mohammad Hatta merasa keberatan dengan Sila I itu.

Setelah melakukan lobi-lobi, akhirnya keberatan itu diterima sehingga Sila I Pancasila berbunyi seperti yang tertera pada Pancasila saat ini.

“Tokoh-tokoh Islam mengakomodasi keberatan itu. Sila I Pancasila yang disepakati selanjutnya akhirnya diterima semua kelompok,” tambahnya.

Ditegaskan oleh Hidayat Nur Wahid, Sila I Pancasila itu menunjukan dasar negara menyatakan adanya relasi, hubungan, antara negara dan agama.

"Pendiri bangsa kita memikirkan bagaimana kita mempunyai sebuah negara Indonesia merdeka tetapi juga berjalannya keberagamaan,” pungkasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya