Berita

Wiranto/Net

Politik

Menko Polhukam: Kita Akan Kembangkan Industri Drone

KAMIS, 27 JULI 2017 | 01:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak boleh gegabah. Pertimbangan pertama, Indonesia memiliki wilayah nasional yang cukup luas sehingga pada saat ingin membeli alutsista harus bisa meng-cover area yang sangat luas, dalam arti bisa meng-cover pengamanan wilayah.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto kepada wartawan usai rapat terbatas tentang kebijakan pengadaan alutsista, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/7).

"Yang kedua, kita juga harus realistis. Artinya, jangan sampai pembelian alutsista juga menggerogoti APBN yang nanti bisa mengganggu untuk kebijakan-kebijakan di bidang yang lain. Jadi harus ada pertimbangan yang sangat rasional tentang pembelian itu. Artinya, ada efisiensi di situ," tutur Wiranto.


Ditambahkannya, ke depan akan ada satu teknologi baru yang lebih murah tetapi juga dapat menjangkau wilayah nasional, baik untuk kepentingan militer, pertahanan, maupun untuk kepentingan-kepentingan sipil, yakni drone.

"Nah, drone itu yang juga menjadi satu sasaran kita untuk mengembangkan industri drone sehingga dapat multifunction. Kita bisa gunakan untuk kepentingan militer maupun untuk kepentingan-kepentingan sipil," ujar Wiranto seraya menambahkan, kita sekarang harus masuk dalam konsep seperti itu.

Walaupun demikian, Wiranto memastikan kita tetap harus juga memperkuat sistem persenjataan untuk determine factor, agar sebagai sebuah bangsa tetap dihormati oleh negara lain dalam rangka melakukan satu diplomasi internasional, karena kalau enggak kuat juga, nanti bisa disepelekan.

"Pertimbangan ini yang tadi disusun, dipertimbangkan, dibincangkan, agar ada keseimbangan, jangan sampai kita berat pada pertimbangan yang satu tapi merugikan yang lain. Itu, intinya seperti itu," terangnya.

Artinya, tegas Wiranto seperti dilansir dari laman Setkab, pembelian alutsista itu harus dipertimbangkan dengan baik, dengan pertimbangan yang matang, di satu sisi juga bisa memenuhi kepentingan pertahanan nasional, di sisi lain juga jangan sampai merugikan kepentingan lainnya dalam rangka pemanfaatan APBN. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya