Berita

Nusantara

BNN Siap Beringas Berantas Narkoba Jika Ada Landasan Perppu

RABU, 26 JULI 2017 | 07:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten tidak ingin kecolongan lagi pasca penggrebekan sabu 1 ton yang lewat Pantai Anyer beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Banten, Sugiono menilai bahwa penyelundupan sebesar itu sangat berbahaya bagi masyarakat. Bahkan jika diedarkan di Banten, bisa membuat 5 juta jiwa atau separuh Banten terpapar narkotika.

"Setelah itu bagaimana kita jangan kecolongan, peran masyarakat serta media itu yang kita genjot," ungkapnya seperti diberitakan RMOLBanten, Rabu (26/7).


Ia mengakui, apa yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa Indonesia darurat narkoba memang benar, apalagi melihat jumlah sebanyak itu. Namun begitu, ia mengeluhkan belum adanya perppu yang bisa membuat BNN lebih beringas lagi dalam memberantas narkoba.

"Memang inilah Indonesia, darurat narkoba, Jokowi, Pak Presiden bilang tembak-tembak tapi Perppu nya belum ada. Kalau ada Perppunya kita pun akan berubah menjadi siluman, kalau ada Perppu nya kami pun sebagai elemen negara akan siap melaksanakan perintah itu," tegasnya.

Tapi ia berharap tindakan pencegahan mampu menjadi sarana dalam mengantisipasi darurat tersebut. Menurutnya pihaknya sangat memerlukan dukungan dari berbagai element masyarakat, seperti lembaga pendidikan, kampus, swasta, media, dan ormas. Karena ia mengakui pihaknya sangat kekurangan SDM.

"Harapannya dukungan dari semua elemen masyarakat," jelasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya