Berita

Foto: Istimewa

Politik

Kutuk Aksi Kekerasan Tentara Israel, PAN Minta Pemerintah Pro Aktif

SELASA, 25 JULI 2017 | 19:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI mengutuk keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap jamaah masjid Al-Aqsa di kawasan Jerusalem, Palestina.

"Tidak kekerasan ini harus segera dihentikan dan mendesak pemerintah Indonesia lebih pro aktif untuk memberikan bantuan atas kekejaman Israel ini," kata Ketua Fraksi PAN DPR Mulfachri Harahap didampingi Sekretaris Frkasi PAN DPR Yandri Susanto, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (25/7).

Praktek kekerasan dan pelarangan terhadap kaum muslimin untuk menjalankan ibadah di Masjid A-Aqsa oleh rezim pemerintah Israel harus segera dihentikan.


"Perserikatan Bangsa-Bangsa harus segera bersidang untuk mengehentikan dan menyelesaikan tragedi ini," ujar Mulfachri.

Fraksi PAN juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersama-sama menekan pemerintah Israel agar menghormati HAM warga Palestina, khususnya hak untuk menjalankan peribadatan di Masjid Al-Aqsa.

Lebih jauh Fraksi PAN menilai, tindakan aparat keamanan Israel yang melarang laki-laki di bawah usia 50 tahun untuk masuk dan beribadah di Masjid Al-Aqsa, tidak akan pernah meredakan masalah, bahkan akan memicu protes masyarakat internasional, khususnya kaum muslimin seluruh dunia.

"Kami juga meminta agar penahanan tokoh-tokoh Palestina harus segera dihentikan. Karena hal tersebut hanya akan memunculkan koflik yang berkepanjangan," sebut Mulfachri.

Ditambahkannya, keberadaan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat peribadan dan rumah suci harus dihormati semua pihak, karenanya status quo yang melekat pada komplek Masjid Al-Aqsa tidak boleh diubah oleh siapapun. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya