Berita

Ketua MPR : Selesaikan Perbedaan Dengan Musyawarah, Bukan Menang-Menangan

SELASA, 25 JULI 2017 | 18:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Bangsa Indonesia memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan masalah. Yaitu dengan musyawarah.

Karena itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta jangan sampai perbedaan diselesaikan dengan cara menang-menangan.

"Pancasila sudah tegaskan cara asli Indonesia untuk menyelesaikan masalah yakni sila ke 4 musyawarah. Bicara dari hati ke hati untuk kebaikan semua," jelasnya saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Seminar Kebangsaan Islam dan Demokrasi yang diselenggarakan Universitas As Syafi'iyah di Aula Bank Bukopin, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).  


Karena itu dalam setiap pengambilan keputusan strategis baik di parlemen maupun pemerintahan, Sebagai Ketua MPR Zulkifli Hasan selalu mendorong tercapainya mufakat.

"Kata Bung Karno harus mengakomodasi semua. Yang kecil dan sedikit harus terwakili. Bagaimana caranya? Indonesia punya Demokrasi Pancasila, musyawarah mufakat," ungkap Ketua Umum DPP PAN ini.

Dia menyampaikan, pendekatan yang sama juga bisa dilakukan Kepala Daerah pada warganya yang terdampak pembangunan.

"Kalau sama rakyat jangan berpikir menang kalah. Pikirkan bagaimana warga mendapat ganti untung. Ingat ini rakyat sendiri bukan musuh bangsa asing," jelasnya.

Menurutnya, cara Jokowi ketika menjadi Walikota Solo bisa menjadi contoh bagaimana musyawarah menjadi solusi menyelesaikan masalah.

"Intinya jangan menang menangan. Musyawarah mufakat bisa menjadi solusi asal kita mau berbagi. Sama rakyat, jangan berpikir menang-kalah," tandasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya