Berita

Febri Diansyah/Net

Politik

KPK: Pernyataan Yulianis Hanya Kecurigaan

SELASA, 25 JULI 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN:

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah membantah adanya perlakukan istimewa lembaga antirasuah itu terhadap tersangka, seperti dikemukakan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis dalam rapat dengan Pansus KPK, kemarin (Senin, 24/7).

Febri menilai 'hubungan istimewa' yang dilontarkan Yulianis hanya bersifat kecurigaan, sebab KPK memiliki sistem tersendiri dalam penanganan perkara. Termasuk status Nazaruddin sebagai justice collaborator (JC).

Dalam tindak pidana korupsi, menurut Febri, hal itu bukan suatu keistimewaan. Status tersebut juga bukan diberikan langsung oleh KPK melainkan melalui proses pengadilan.


"Pemberian staus JC itu tidak hanya sikap KPK. Namun juga membutuhkan pertimbangan dari hakim, untuk pihak-pihak yang memberikan keterangan mengungkap keterlibatan pihak atau aktor yang lebih besar," tutur Febri saat dikonfirmasi, Selasa (25/7).

Terkait tudingan Yulianis yang menjelaskan M. Nazaruddin memiliki kedekatan dengan mantan pimpinan KPK, Febri kembali menegaskan, hal tersebut hanyalah bentuk kecurigaan yang tidak memiliki bukti.

"Saya kira kalau ada tudingan tentang itu, pasti tidak benar. Nazar sudah diproses KPK dalam kasus korupsii dan kasus pencucian uang. Bahkan KPK saat ini mulai masuk pada pidana koorporasi untuk perusahaan yang mengerjakan proyek-proyek tersebut," jelas Febri.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pansus Angket KPK, Yulianis menyebut KPK memberikan keistimewaan terhadap Nazaruddin. Salah satunya, adalah Nazaruddin selalu mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi di KPK terkait kasus yang menyeret namanya.

Yulianis juga mengatakan kalau Nazaruddin punya hubungan atau kedekatan khusus dengan pimpinan KPK saat itu.

"Orang KPK punya hubungan dengan Nazaruddin dan bisa menjaga Nazaruddin dalam kasus di KPK, yaitu Ade Raharja, Johan Budi, Chandra Hamzah, komisioner KPK. Itu waktu awal kasus tapi ini saya bicara yang saya alami sendiri. Bukan hanya komisioner tetapi juga penyidik KPK Yurod Saleh," ujar Yulianis.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya