Berita

Jokowi/Net

Politik

Idealnya, Jokowi Panggil Menteri Sebelum Ditegur Di Depan Publik

SELASA, 25 JULI 2017 | 11:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Presiden Joko Widodo menegur dua menteri dinilai kurang etis. Ini lantaran teguran tersebut disampaikan secara terbuka saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang digelar untuk umum.

Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan bahwa Presiden Jokowi seharusnya lebih bijak saat menegur pembantunya. Caranya, dengan mengajak sang menteri membicarakan masalah terkait secara empat mata atau menyampaikan teguran itu dalam rapat yang tertutup dari media.

"Seharusnya, menteri yang bersangkutan dipanggil dulu, bukan langsung ditegur di depan umum," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/7).


Teguran yang dilakukan di depan umum, lanjutnya, bisa menjadi bias di masyarakat. Bahkan kini muncul anggapan bahwa Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang disentil Jokowi akan dirombak dalam reshuffle jilid III.

"Persepsi publik yang muncul kalau tunjuk orang, ya orang itu kan akan direshuffle," jelasnya.

"Jadi sekali lagi, secara normatif itu hak beliau (Jokowi). Tapi idealnya, ya dipanggil dulu, diskusi," pungkas Emrus.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Jokowi menyoroti penerbitan permen di dua kementerian, yaitu Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM. Menurutnya, penerbitan permen dua kementerian ini dalam dalam 1 hingga 2 bulan terakhir mendapat respon yang tidak baik dari investor karena dianggap menghambat investasi.

"Tolong diberikan catatan ini dan juga permen-permen yang lain, hati-hati," pesannya [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya