Berita

Politik

Pemuda Muhammadiyah Segera Ungkap Temuan Kasus Novel

SELASA, 25 JULI 2017 | 08:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh rakyat Indonesia. Hal ini terkait dengan penyerangan air keras yang membuatnya harus mendapatkan perawatan intensif di Singapura.

Ucapan itu disampaikan saat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membesuknya ke Singapura.

"Terima kasih sudah memberi perhatian dan dukungan. Terima kasih Pemuda Muhammadiyah, Kokam dan yang lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu," ucap Novel.


Novel menjelaskan bahwa mata kirinya masih dalam tahap penyembuhan agar bisa berfungsi kembali. Lebih lanjut, ia menilai bahwa penyerangan ini tidak mengendurkan semangatnya dalam memberantas korupsi.

"Termasuk kepada orang-orang yang hendak mengendurkan semangat saya, saya pastikan itu akan sia-sia," jelasnya dalam sebuah video yang diunggah Pemuda Muhammadiyah di Facebook.

Sementara itu, Dahnil mengajak kepada para pemuda Indonesia untuk terus dukung pemberantasan korupsi yang selama ini telah menjadi hambatan utama dalam kemajuan Indonesia. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kesembuhan Novel.

"Lawan para bandit yang merampok hak-hak publik kita," serunya.

Dahnil menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengungkap ke publik temuan-temuan kasus penyerangan teroris terhadap Novel Baswedan, yang sampai 104 hari belum juga kunjung ditemukan pelakunya.

"Banyak keganjilan dan keganjilan-keganjilan itu harus segera diungkap demi melawan praktik korupsi yang massif di Indonesia," pungkasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya