Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Seskab: Utang Pemerintah Itu Kecil Sekali

SELASA, 25 JULI 2017 | 06:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertumbuhan utang pemerintah saat ini dinilai Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung terbilang kecil.

Ia menjabarkan bahwa pada akhir tahun 2014, utang pemerintah RI sudah mencapai Rp 2.604,93 triliun. Sementara saat ini atau April 2017 jumlah utang tersebut menjadi Rp 3.667,41 triliun.

"Untuk membayar utang saja setiap tahun itu Rp 250 triliun. Jadi kalau 3 tahun, tambah utangnya itu sudah Rp750 triliun, untuk membayar utangnya saja. Nah, sekarang ini kisarannya adalah sekitar Rp 3.600 triliunan, jadi sebenarnya utangnya kecil sekali pemerintah ini," jelasnya politisi PDIP itu usai Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).


Pramono menilai bahwa masalah utang ini perlu dijelaskan secara gamblang ke publik. Terutama, mengenai jumlah utang saat Jokowi menjabat sebagai presiden dan kewajiban membayar utang tiap tahunnya.

"Jadi enggak ngapa-ngapain saja itu Rp 250 triliun (harus bayar per tahun). Artinya, selama 3 tahun menjadi Rp750 triliun. Nah, tinggal dijumlahkan saja sekarang berapa yang diutang oleh pemerintah," urainya.

Labih lanjut, Pramono memastikan bahwa pemerintah akan melakukan penghematan dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Pasalnya pemerintah menaruh harapan di tahun 2018 Indonesia bisa mengalami pertumbuhan ekonomi 5,3 persen hingga 5,4 persen.

"Mengenai fokus APBN 2018, tetap di bidang infrastruktur, pengentasan kemiskinan, kemudian juga yang berkaitan dengan kementerian dan lembaga supaya disparitas itu mengecil gini rasionya," tutupnya.  [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya