Berita

Politik

Membaca Manuver PAN Jelang 2019

SELASA, 25 JULI 2017 | 00:11 WIB

PARTAI Amanat Nasional (PAN) dituding 'mbalelo' dalam drama voting RUU Pemilu di DPR. Meski masuk dalam gerbong partai pendukung pemerintah, PAN justru menyeberang dan mengikuti aksi partai non pemerintah yang menolak ambang batas 20 persen Presidential Threshold (PT).

PAN seperti tidak peduli terhadap nasib kadernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Jokowi. Dengan diplomatis, PAN menjawab urusan reshuffle kabinet seutuhnya berada di tangan Presiden, sehingga tidak perlu dikaitkan dengan sikap PAN yang menghendaki PT sebesar no persen.

Manuver PAN yang mengekor pada Gerindra, PKS, dan Demokrat menjelang Pemilu 2019 nanti pun menjadi kian menarik dicermati.


Aksi PAN tersebut seolah-olah ingin menegaskan adanya keraguan terhadap Jokowi akan terpilih kembali pada 2019 nanti.

Partai matahari terbit tersebut kemungkinan sedang galau oleh kencangnya dinamika politik terhadap pemerintah belakangan ini, perlahan-lahan akan menggerus popularitas Jokowi.
 
Keraguan PAN tersebut sejujurnya tidak berlebihan. Hal ini apabila dikaitkan dengan banyaknya energi yang terkuras saat Pilgub DKI, beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden Jokowi oleh banyak pihak dianggap kurang tegas bahkan cenderung “bermain api” dalam rangkaian kasus yang menjerat Ahok.

Hal lain yang mungkin saja mengusik PAN bersumber dari membengkaknya utang luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi. Utang luar negeri tersebut memang sedikit banyak juga telah berdampak pada citra Jokowi di tengah kondisi perekonomian saat ini yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
 
Di saat bersamaan, PAN belum juga melihat munculnya calon presiden alternatif lain kecuali Prabowo Subianto, calon presiden yang juga diusung bersama pada Pilpres 2014 lalu.

Dengan kata lain, pertarungan politik pada Pemilu 2019 tidak akan jauh berbeda dengan Pemilu 2014, yang menghadirkan dua calon sama yakni Jokowi dan Prabowo.

Dengan demikian, bila harus memilih, PAN cenderung kembali berpihak kepada Prabowo, dengan sederet alasan yang sejauh ini tidak lagi menguntungkan jika tetap mendukung Jokowi.

Konsekuensinya, PAN kini mulai mengambil jalur berbeda dengan pemerintah. Pergulatan politik tentang RUU Pemilu, hanyalah pintu masuk bagi PAN untuk kembali merangkul gerbong politik yang dikomandoi Prabowo. Tentang nasib menteri PAN di Kabinet Kerja, PAN pun telah memberikan sinyal tidak ada masalah bila harus dicoret Presiden Jokowi.

Manuver PAN menjelang Pemilu 2019 pun semakin jelas terbaca. Hal itu tak lain adalah upaya ancang-ancang untuk meloncat ke calon alternatif selain Jokowi. Toh, mungkin saja, kalaupun Jokowi terpilih kedua kalinya, PAN biasanya dengan mudah kembali "menyeberang jalan". Tetapi sejauh ini, PAN rasanya tidak lagi percaya diri untuk tetap bersama Jokowi. [***]
 
Ishak Pardosi
Penulis adalah pemerhati sosial dan politik

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya