Berita

Karyono Wibowo/Net

Politik

RESHUFFLE KABINET

PAN Main Dua Kaki, Wajar Kalau Menterinya Didepak Jokowi

SENIN, 24 JULI 2017 | 22:48 WIB | LAPORAN:

Sinyalemen didepaknya perwakilan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pemerintahan oleh Presiden Joko Widodo semakin menguat.

Tidak diundangnya perwakilan PAN dalam rapat tokoh koalisi pendukung pemerintahan dengan Presiden Jokowi di Istana, sore tadi, bisa jadi membuat partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu kehilangan kursi menteri di kabinet kerja.

"PAN akan kehilangan kursi menteri di kabinet kerja," jelas peneliti senior, Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (24/7).


Jokowi sepertinya mulai kesal dengan tingkah dan gaya PAN. Sikap partai itu kerap berseberangan dengan pemerintah. Salah satunya, kata Karyono, soal RUU pemilu.

"Dari partai pendukung pemerintah, hanya PAN yang membelot," jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Karyono, sangat wajar jika Presiden Jokowi akhirnya mengganti menteri yang berasal dari PAN.

"PAN main dua kaki. Kaki yang satu di dalam pemerintahan, sementara kaki yang satu lagi berada di luar pemerintahan dan terkadang menjadi partai oposisi," sambungnya.

PAN menunjukkan sikap berbeda dari koalisi pendukung pemerintah dalam pengesahan Rancangan Undang-Udang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Koalisi pemerintah sepakat pada ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional.

PAN yang mendukung ambang batas pencalonan presiden dihapuskan dalam UU Pemilu memilih meninggalkan sidang paripurna pada Jumat (21/7) dini hari. Sejumlah politikus dari parpol pendukung pemerintah pun mendesak agar status PAN dalam koalisi dievaluasi.

Selanjutnya, Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais juga meminta agar kadernya yang saat ini ada di jajaran pemerintahan, yaitu Asman Abnur, untuk mundur. Jika kadernya tidak mengindahkannya maka Amien mempersilakan untuk keluar dari PAN. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya