Berita

Pansus KPK/net

Politik

Desmond: Gerindra Keluar Dari Pansus KPK

SENIN, 24 JULI 2017 | 14:22 WIB | LAPORAN:

Anggota Panitia Khusus hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK) dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa enggan menanggapi soal rapat dengar pendapat umum (RDPU) Pansus KPK bersama bekas anak buah Nazaruddin di perusahaan Permai Group, Yulianis.

Keengganannya itu menurut dia karena Fraksi Partai Gerindra telah keluar dari Pansus KPK.

"Saya bukan Anggota Pansus (KPK). Gerindra keluar dari Pansus KPK. Keluar sejak saya ngomong ini," ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/7).


Alasannya, lanjut anak buah Prabowo Subianto ini, proses pembentukan Pansus KPK tidak memenuhi prosedur dan melanggar Undang-Undang Tentang MPR RI, DPR RI, DPD RI, dan DPRD (UU MD3).

"Alasannya karena itu (Pansus KPK) dibentuk oleh lima fraksi. Fraksi Gerindra dan PAN belum mengirim utusan secara surat. Mereka sudah memutuskan membentuk pimpinan Pansus," jelasnya.

Alasan kedua, lanjut Desmond, yakni mengenai kebijakan-kebijakan yang sifatnya merugikan kelembagaan DPR RI. Misalkan melakukan inspeksi mendadak di Lembaga Pemasyarakatan Klas I A, Sukamiskin.

"Saya pernah ancam di salah satu media, kalau mereka datang kesana maka Gerindra akan keluar," tegasnya.

Desmond mengaku melihat kunjungan Pansus KPK ke Sukamiskin sebagai upaya pelemahan komisi anti rasuah.

"Jadi tujuannya ini melemahkan kelembagaan atau mencari celah apa. Bagi Gerindra hari ini kita setuju di Pansus karena ada penyimpangan-penyimpannya yang dilakukan oknum di KPK maka Pansus ini dalam rangka memperbaikan kinerja KPK terhadap apa yang dilakukan oknum KPK. Bukan Institusi yang kita lemahkan," sesal Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini.

Keputusan mengenai hengkangnya Fraksi Partai Gerindra dari Pansus KPK diungkapkannya diambil sekira sepekan lalu pada rapat internal.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya