Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (71)

Spiritual Contemplations: Tema & Obyek Deradikalisasi

SENIN, 24 JULI 2017 | 10:31 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SETIAP negara menerapkan pola deradikalisasi namun tema dan obyek deradikalisasi memiliki per­samaan antara berbagai negara. Pada umumnya tema deradikalisasi berkisar pada pemahaman kembali ajaran-ajaran dasar agama yang bersifat universal. Di dalam Islam, diupayakan untuk memahami kem­bali ayat-ayat dan hadis yang dipahami secara tekstual dan memutuskan historical background dan maqashid al-syari’ah. Sasaran deradikal­isasi biasanya kurikulum dan bahan ajar seperti buku-buku, jurnal, materi-materi ceramah. Tidak terkecuali orang dan lembaga juga sering men­jadi sasaran deradikalisasi seperti yang kita li­hat di dalam sejumlah negara. Penyisiran kuri­kulum dan bahan bacaan hampir semua negara melakukannya, termasuk Indonesia.

Hanya saja cara masuknya berbeda-beda. Ada negara yang menyisir kurikulum dan syllabus den­gan mendrop seluruh materi yang berpotensi bisa menimbulkan pemahaman keras. Ada juga den­gan cara-cara memberikan perbandingan dengan pendapat atau pandangan lain, meskipun dalil­nya sama. Cara-cara seperti umum dilakukan, ter­masuk di Indonesia. Materi perbandingan mazhab (muqaranah al-madzahib) menjadi materi penting di dalam pembelajaran agama. Materi pengenalan dasar agama-agama lain juga diperkenalkan atau diajarkan di dalam jenjang pendidikan tertentu agar peserta didik tidak hanya mengenal kebaikan aga­manya sendiri tetapi pada agama lain terdapat juga ajaran kebaikan.

Kitab-kitab dan buku-buku bacaan dan terbitan juga dikendalikan dengan cara menyeleksi ba­han-bahan bacaan peserta didik. Tentu dengan cara ini tidak mudah karena bahan bacaan seka­rang tidak hanya dalam bentuk buku yang gam­pang diatur pendistribusiannya. Yang lebih berat ialah dalam bentuk e-books atau internet, yang bisa menyuguhkan apapun, termasuk bagaima­na cara merakit bom. Terbukti sejumlah kasus ke­jadian bom pelakunya mengaku belajarnya dari internet. Bagi orang yang berbakat dan memiliki keinginan dan motivasi kuat bisa saja menemu­kan ide-ide cerdas melalui internet, sementara in­ternet sekarang sudah sangat personal, karena melekat di dalam HP yang diakses kapan saja dan di mana saja.


Obyek lain yang sering dijadikan target ialah orang-orang atau kelompok, yayasan, lembaga yang dicurigai memiliki jaringan khusus yang berpo­tensi menggalang kekuatan untuk menciptakan ke­resahan dengan melakukan serangkaian kekeras­an atau ancaman kekerasan di dalam masyarakat. Bagi mereka targetnya adalah menimbulkan kepan­ikan dan ketakutan publik. Dengan begitu mereka menganggap separuh targetnya sudah tercapai. Karena itu, peran media juga sangat penting. Me­dia bisa menemukan sarang teroris atau kelompok-kelompok mengkhawatirkan, tetapi dengan media juga kelompok-kelompok itu menjadi besar karena selalu dibesar-besarkan.

Hal lain yang sering menjadi tema ialah masalah pencegahan, penindakan, rehabilitasi, dan reintegrasi. Keempat persoalan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak keamanan atau pemerintah, tetapi semua pihak, termasuk ling­kum keluarga sebagai unit masyarakat terkecil. Pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi bisa saja diemban oleh pemerintah bersama segenap aparat hokum dan keamanan, tetapi masalah re­integrasi harus menjadi bagian yang tak terpisah­kan dengan masyarakat luas. Di sini sering mun­cul masalah penting dan amat mendesak, karena rata-rata pelaku teroris itu masih muda usia, se­hingga kalau mereka dipenjara lima tahun mis­alnya, mereka masih memiliki usia yang cukup panjang. Jika masyarakat menolak kehadiran­nya maka tidak mustahil mereka akan mencari kembali jaringan lamanya. Bagaimana pun juga mereka juga adalah manusia biasa yang membu­tuhkan hak-hak hidup yang standar seperti ma­kan. ninum, berkeluarga, dan bersosialisasi. Jika mereka ditolak oleh masyarakat mereka mau ke mana, padahal mereka juga manusia dan juga warga bangsa? 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya