Berita

Akbar-Novanto dalam sebuah acara/net

Politik

Akbar Tandjung: Kasus Saya Dulu Berbeda Dengan Kasus Novanto

SENIN, 24 JULI 2017 | 01:55 WIB | LAPORAN:

Seperti Setya Novanto yang saat ini menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP, Akbar Tandjung juga pernah tersangkut perkara rasuah, yang dikenal dengan sebutan Bulog Gate.

Sama dengan posisi Novanto saat ini, Akbar juga saat itu menjabat sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahkan politikus senior ini sempat ditahan meski akhirnya dia dinyatakan bebas di tingkat kasasi.

Meski demikian, Akbar menolak disamakan dengan Novanto. Malah, di bawah kepemimpinannya ketika itu, Golkar justru meraih posisi pertama di pemilu legislatif. 


"Sangat berbeda, apalagi dikaitkan dengan volume dana yang diduga terjadi. Biaya APBN untuk E-KTP Rp2,3 triliun kerugian negara. Kasus saya, peristiwa saya Rp40 miliar," jelas Akbar di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta (Minggu, 23/7).

Kasus yang membelitnya waktu itu adalah pembelian sembako untuk rakyat. Dia menjelaskan, yayasan yang melaksanakan mendapat rekomendasi dari pemerintah dan menteri terkait.

"Di situ secara pribadi saya tidak ada kaitannya soal Rp40 miliar itu karena yang melaksanakan pembagian sembako itu adalah yayasan," jelasnya.

Ia menyatakan kondisi pada 2004 tidak dapat disamakan dengan saat ini jika diproyeksikan untuk pemilu 2019. Menurutnya, penting juga mendengar aspirasi rakyat apalagi survei untuk partai Golkar sedang mengalami tren penurunan.

"Kita harus mengambil langkah-langkah supaya tren menurun itu tidak terus berjalan," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya