Berita

Meutya Hafid/Net

Politik

PBB Harus Hentikan Kekerasan Di Al Aqsha

MINGGU, 23 JULI 2017 | 12:32 WIB | LAPORAN:

Penembakan tiga jamaah Palestina oleh pasukan Israel di komplek Masjdi Al Aqhsa Yerussalem dikecam sebagai tindak pelanggaran HAM berat .

"Saya mengutuk tindak kekerasan oleh Israel tersebut," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid melalui rilis tertulisnya, Minggu (23/7).

Menurut mantan jurnalis ini, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus segera bertindak menghentikan kekerasan di Yerussalem karena tidak beralasan. Sebab, jelas dia, empat ibadah seharusnya menjadi tempat yang aman/berlindung dalam konflik. Apalagi, al-Aqsha merupakan salah satu tempat suci bagi umat muslim sedunia.


"Pembatasan ibadah bagi umat muslim di kompleks mesjid Al Aqsha dengan dalih apapun seperti pemasangan metal detector, harus segera dihentikan," ujarnya.

Untuk itulah, ia mendorong pemerintah Indonesia galang internasional agar kembali pada komitmen two state solution atau solusi dua negara.

"Pembicaraan terkait two state solution harus kembali dibuka karena sempat terhenti sebelumnya dan merupakan solusi yang dapat meredam kekerasan yang terjadi," kata Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Golkar ini mengakhiri.

Pada umat (21/7) lalu, tiga warga Palestina tewas saat bentrok dengan pasukan keamanan Israel di luar komplek Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Bentrokan tersebut terjadi saat pasukan keamanan Israel membubarkan paksa aksi protes ribuan warga Palestina yang menentang pemasangan metal detector di masjid itu.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya