Berita

Israel Serang al-Aqsa/net

Politik

Indonesia Desak PBB Dan OKI Tegas Atas Kekerasan Israel Terhadap Umat Muslim

MINGGU, 23 JULI 2017 | 02:42 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Indonesia mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pihak keamanan Israel di lingkungan masjid Al-Aqsa. Dalam kejadian ini sebanyak tiga orang yang merupakan jamaah masjdi tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka.

"Indonesia menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam hal ini termasuk upaya pembunuhan terhadap jamaah, yang sedang melakukan bagian dari haknya untuk melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa," begitu bunyi keterangan tertulis yang dikirim Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kepada redaksi, Sabtu (22/7).

Pemerintah juga menyampaikan duka cita mendalam kepada korban serta seluruh keluarga yang ditinggalkan. Bagi korban yang terluka diharapkan agar kondisi mereka dapat segera pulih.


Atas terjadinya kekerasan tersebut, Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah terhadap Israel. Segala bentuk pelanggaran keamanan yang dilakukan Israel di lingkungan Al-Aqsa harus ditindak secara tegas. Indonesia juga telah mendesak agar negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melakukan pertemuan darurat guna membahas situasi di kompleks Al-Aqsa.

"Pemerintah hendak mengingatkan kembali kepada Israel untuk tidak mengubah status quo di lingkungan masjid itu, serta Dome of the Rock tetap dapat menjdi tempat suci yang mudah diakses bagi semua umat Muslim," tambah penyataan Kemenlu itu.

Pemerintah Indonesia mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk. Bagi banyak warga Muslim, yang khususnya berasal dari Palestina, akses ke lingkungan Masjid Al-Aqsa sejak lama sangatlah sulit akibat kebijakan dan tindakan yang dilakukan Israel.

Padahal, berdasarkan aturan saat periode Ottoman, hanya umat Islam yang memiliki hak beribadah di sana. Sementara mereka yang berasal dari warga Yahudi dan beberapa penganut agama lain hanya boleh melakukan kunjungan.

Tetapi, Israel memberlakukan aturan berbeda mulai pada 1967. Sejak merebut Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur negara itu terus menekan warga Palestina, termasuk tidak memungkinkan Palestina berdiri sebagai negara yang merdeka.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya