Berita

Ace Hasan Syadzily/Net

Politik

Ini Alasan Golkar Bersikeras Dorong PT 20 Persen.

SABTU, 22 JULI 2017 | 16:12 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Sadzily menjelaskan alasan kuat fraksi partai Golkar bersikeras ambang batas pencalonan presiden presidential threshold sebesar 20 persen kursi atau 25 persen suara nasional untuk membangun koalisi sejak awal pada saat pembentukan pemilihan presiden.

Menurut dia, berkaca pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama, pemerintah tidak mendapat dukungan penuh di parlemen. Pemerintahan SBY dan Jusuf Kalla hanya mendapat dukungan dari partai minoritas di legislatif. Sementara lawan SBY-JK saat Pilpres 2004 lalu, mendapat dukungan mayoritas.

Begitu juga dengan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla juga merasakan hal yang sama. Menurut Ace, saat Golkar memilih tidak mendukung pemerintah, maka bisa dilihat pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami gonjang-ganjing dalam dua tahun pertama.


"Karena koalisi tidak terbentuk dari awal. Saat pemerintahan SBY-JK juga mengalami hampir tiga bukan gonjang-ganjung, karena waktu itu ada koalisi kerakyatan dan kebangsaan. Sementara pemerintahan SBY-JK dari parpol minoritas. Jadi kita ingin bangunan presidialisme yang tercantum dalam konstitusi kita itu betul-betul terwujud dalam proses pemerintahan," ujar Ace dalam diskusi dengan topik "Setelah DPR Memilih 20%" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7).

Lebih lanjut, Ace menjelaskan jika ambang batas presiden ditetapkan nol persen, bisa dibayangkan berapa banyak calon presiden yang akan muncul. Pastinya, lanjut Ace, Pilpres tidak akan berjalan satu putaran.

"Disitu aspek efisiensi menjadi kesejatian dalam keserantakan itu akan hilang," pungkasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya