Berita

Net

Politik

Golkar: Putusan Presidential Threshold Sudah Final

SABTU, 22 JULI 2017 | 15:25 WIB | LAPORAN:

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Ace Hasan Sadzily memastikan bahwa penetapan ambang bartas pencalonan presiden atau presidential threshold sudah final.

Sidang paripurna RUU Pemilu telah menetapkan presidential threshold 20 persen atau 25 persen perolehan suara sah pada Jumat dini hari kemarin (21/7).

Menurutnya, kemungkinan untuk berubah seperti penilaian ketua Pansus RUU Pemilu tidak mungkin terjadi. Sebab, dalam proses pembahasan ambang batas pencalonan presiden telah diputuskan dengan cara voting.


"Itu proses politik yang harus dilewati dan sudah final di sidang paripurna," ujar Ace dalam diskusi dengan topik 'Setelah DPR Memilih 20%' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (22/7).

Dia mengatakan, pernyataan soal hasil sidang paripurna bisa diubah lantaran keputusan dianggap melanggar konstitusi dilakukan oleh para penolak presidential threshold dalam UU Pemilu. Padahal, mengenai presidential threshold, Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk dikembalikan kepada pembuat undang-undang.

"Sebetulnya yang diajukan pemohon itu mempertanyakan pasal dipisahkannya pemilihan presiden dan legislatif. Dan di dalam putusan MK yang dipermasalahkan pasal keserentakan pileg dan pilpres. Mengenai ambang batas pemilihan presiden merupakan kewenangan pembentuk undang-undang, artinya dikembalikan ke DPR sendiri sebagai pembuat undang-undang. Jadi, tidak ada uji materi tentang persyaratannya," jelas Ace.

Lebih lanjut, dia menilai alasan lain bahwa putusan tersebut bisa berubah yakni kekhawatiran munculnya calon tunggal dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, dugaan tersebut sangat berlebihan, sebab Pansus RUU Pemilu sendiri menghindari adanya calon tunggal. Namun demikian kemungkinan calon tunggal memang akan terjadi tapi bukan dari persentase presidential threshold, melainkan jika partai-partai lain memboikot untuk tidak mengajukan calon. Itu pun masih bisa terbantahkan lantaran setiap partai pasti memiliki calon presiden masing-masing.

"Jadi munculnya calon tunggal tidak perlu dikhawatirkan. Kami di pansus menghindari betul calon tunggal ini," tegas Ace. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya