Berita

Net

Politik

PAN Harus Bersikap Ksatria

SABTU, 22 JULI 2017 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Partai Hanura meminta Partai Amanat Nasional (PAN) bersikap tegas apakah tetap berada di koalisi pendukung pemerintah atau meninggalkannya.

Menyusul penolakan Fraksi PAN mendukung keputusan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen perolehan kursi DPR dan 25 persen perolehan suara yang diusulkan pemerintah di Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu. 

Menurut Wakil Sekjen Hanura Dadang Rusdiana, sikap PAN dalam sidnag paripurna DPR RI Jumat kemarin (21/7) mengakibatkan soliditas sebuah koalisi menjadi tidak sehat.


"Tentu PAN juga harus ksatria untuk memilih berada di luar atau di dalam pemerintahan," katanya.

Dadang mengatakan, tingkah laku PAN selama ini sudah diketahui publik. PAN juga kerap tidak ikut konsolidasi antar fraksi pendukung pemerintah.

Namun demikian, Hanura menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan evaluasi kepada PAN.

"Kami tidak membahas khusus, takut kami dianggap menganggap terlampau penting kawan yang satu ini. Presiden pun sudah tahu, terserah presiden saja," jelas Dadang yang juga sekretaris Fraksi Hanura.

Pada sidang paripurna pengambilan keputusan Revisi UU Pemilu, Fraksi PAN bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat menolak usulan pemerintah soal angka presidential threshold. Mereka pun melakukan aksi meninggalkan ruangan alias walk out. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya