Berita

Megawati/Net

Politik

Megawati: TNI Benteng Kokoh Bagi Tegaknya Indonesia

SABTU, 22 JULI 2017 | 01:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya garda terdepan di dalam membela kedaulatan wilayah Indonesia, tapi juga benteng yang sangat kokoh bagi tegaknya Indonesia.

Begitu kata Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam acara pembekalan calon perwira remaja di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7).

Kata dia, TNI merupakan benteng negara yang mengabdi pada tujuan nasional Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam ideologi negara, Pancasila.


"Inilah tujuan nasional yang harus terpatrikan dalam setiap derap langkah kita. Satu pun dari kita, tidak boleh memiliki tujuan yang berbeda dalam konteks berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Mega melanjutkan, TNI sebagai alat negara harus benar-benar mengabdi pada tujuan bernegara tersebut. Karena itulah, semua pihak juga harus berjuang bersama mewujudkan TNI yang solid, tangguh, terlatih, profesional, modern, dan memiliki postur yang efisien untuk mampu melakukan tugas-tugas negara, termasuk menjalankan misi perdamaian bagi persaudaraan bangsa-bangsa.

"Atas dasar harapan itulah, ketika saya dipercaya sebagai presiden, ancaman disintegrasi ada di depan mata. Pada saat bersamaan, krisis multi-dimensional hampir menguras seluruh konsentrasi saya sebagai presiden. Dalam situasi yang serba sulit tersebut, kesadaran untuk terus memerkuat angkatan bersenjata tetaplah menjadi skala prioritas saya," tegasnya.

Mega menjabarkan saat itu dirinya menghadirkan Sukhoi SU-27 dan SU-30, Helikopter MI-35, kapal tempur Korvet Sigma Class III dan IV,  serta retrofit kapal tempur angkatan laut. Tidak hanya itu, lompatan kemampuan industri strategis pertahanan nasional juga terus dilakukan saat itu.

"Memaksa Pindad untuk membuat senjata dan tank, karena kondisi persenjataan prajurit TNI yang begitu mengenaskan pada penumpasan gerakan separatisme di Papua dan Aceh," pungkas ketua umum PDIP itu. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya