Berita

Net

Politik

Rekomendasi Dewan Pakar Golkar Atas Status Novanto

JUMAT, 21 JULI 2017 | 13:18 WIB | LAPORAN:

Dewan Pakar Partai Golkar memberikan tiga rekomendasi terkait penetapan Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertama, dewan pakar mendukung tujuh keputusan rapat pleno DPP Golkar yang digelar Selasa lalu (18/7). Kedua, dewan pakar menyarankan kepada DPP Golkar untuk memberikan bantuan hukum kepada Setya Novanto dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi. Dewan pakar juga mendorong pengajuan praperadilan dan upaya hukum lain.

Terakhir, dewan pakar berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan pemikiran, saran dan rekomendasi kebijakan kepada DPP Golkar dalam memperkuat peranan dan kinerja partai sebagai pendukung pemerintah.


Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menyatakan kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan menegaskan bahwa Setya Novanto tetap memimpin partai beringin.

"(Riak-riak munaslub) itu pribadi saja. Ya tapi sampai saat ini tidak ada," ujarnya di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Jumat, 21/7).

Pasca penetapan Novanto sebagai tersangka, Golkar langsung mengelar rapat pleno untuk menentukan langkah ke depan. Rapat pleno yang dipimpin Novanto sendiri menghasilkan tujuh keputusan, diantaranya DPP Golkar tetap melaksanakan keputusan rapimnas khususnya mengenai penyelenggaraan munaslub.

DPP Golkar menyetujui keputusan Novanto menugaskan Ketua Harian dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi dan pengendalian tugas organisasi. Serta tetap berkoordinasi melaporkan kepada ketua umum. DPP Golkar berketetapan dalam menyikapi permasalahan dan antisipasi ke depan, maka tetap harus berpegang teguh pada AD/ART serta seluruh peraturan pelaksanaannya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya