Berita

Net

Politik

PAN Dukung Penuh Uji Materi UU Pemilu

JUMAT, 21 JULI 2017 | 06:45 WIB | LAPORAN:

Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung pengajuan gugatan uji materi (judicial review) Undang-Undang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu memilih meninggalkan rapat paripurna pengesahan RUU Pemilu yang berlangsung hingga dini hari tadi (Jumat, 21/7).

"Kalau mengajukan materi ke MK itu sudah antri yang mau mengajukan. Semua ahli hukum tata negara termasuk mantan hakim konstitusi yang mengadili perkara tentang pemilu presiden dan legislatif juga akan mengajukan," jelas Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Gedung DPR.
 
Menurutnya, bakal banyak pihak yang mengajukan gugatan ke MK terkait pengesahan UU Pemilu Paket A minus satu tersebut.


"Untuk pertama kalinya legislatif serentak, saya yakin banyak sekali masyarakat akan men-JR (ajukan judical review). Kita akan mendukung teman-teman yang mau men-JR ke MK," kata Yandri.

Dia mengatakan, PAN sendiri tidak turun langsung mengajukan gugatan. Melainkan hanya sekedar mendukung pihak-pihak yang melakukan gugatan karena merasa sudah terwakili. PAN juga telah melakukan lobi soal UU Pemilu dengan Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam Wiranto, dan elite PDI Perjuangan sebelum pengesahan RUU Pemilu.

"Kita hanya minta (konversi suara ke kursi) kuota share itu supaya menjadi bagian untuk kita lobi kan. Dan pada prinsipnya mereka tidak masalah," jelas Yandri.

Selain PAN, fraksi lain yang melakukan aksi walk out di rapat paripurna adalah Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Gerindra. Walk out dilakukan lantaran para pendukung ambang batas pencapresan atau presidential threshold yang menginginkan pengambilan keputusan digelar Senin pekan depan kalah dalam voting.

Di mana hanya memiliki jumlah gabungan anggota 217 orang, sedangkan jumlah fraksi pendukung pemerintah yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa sebanyak 322 orang. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya