Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Mahasiswa dan Rakyat Trauma, Panglima TNI Jangan Berpolitik

JUMAT, 21 JULI 2017 | 05:46 WIB | LAPORAN:

Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMN) meminta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo fokus dengan bidangnya dalam menjaga NKRI, dan Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia.

Artinya, Gatot diminta untuk tidak terlalu melibatkan diri ke ranah politik selama masih aktif sebagai Panglima.

"Kami melihat belakangan panglima TNI terkesan melakukan konsolidasi untuk kepentingan politik di 2019. Kamis sebagai mahasiswa meminta kepada Panglima tetap fokus menjaga keutuhan NKRI," ungkap Ketua Presidium AMN, Gunawan Albima lewat siaran persnya, Kamis malam (20/7).


Gunawan menegaskan, sebagai anggota TNI seharusnya tidak boleh memanfaatkan jabatan yang diembannya untuk kepetingan politik.

Dalam negara demokrasi, lanjutnya, keterlibatan militer dalam politik praktis tentu tidak dibenarkan dengan dalih dan alasan apa pun.

Menurut Gunawan, secara historis, keterlibatan militer baik secara langsung di dalam kehidupan politik praktis pernah terjadi pada masa rezim Orde Baru (Orba).

"Di masa itu, rezim otoritarian Soeharto melakukan politisasi militer yang dulu berada dalam satu atap bernama ABRI. Tujuannya, untuk menjaga dan mempertahankan kekuasaannya," terangnya.

Selain itu, Gunawan menambahkan, efek dari keterlibatan militer dalam politik praktis mengakibatkan peran dan fungsi ABRI di masa Orba kiprahnya terbuang habis untuk politik.

"Kami mahasiswa dan rakyat indonesia trauma, jika TNI terlibat politik praktis. Untuk itu, kami mengingatkan agar TNI tidak terjebak di lubang yang sama," imbuhnya.

Dalam negara demokrasi, para elite sipil seharusnya tidak mencoba-coba menarik kembali militer dalam kehidupan politik praktis. Para elite sipil sudah seharusnya menempatkan militer dalam fungsi dan peran aslinya. Yaitu sebagai alat pertahanan negara demi menjaga keutuhan NKRI. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya