Berita

Dede Yusuf/net

Politik

SMS Dari SBY Beredar, Dede Yusuf: Dalam Politik Semua Kemungkinan Selalu Ada

KAMIS, 20 JULI 2017 | 22:18 WIB | LAPORAN:

Beredar pesan singkat (SMS) yang diduga berasal dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isi SMS itu mengingatkan para anggota DPR dari partainya untuk mewaspadai kemungkinan adanya politik uang jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu).

Dikonfirmasi soal itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf mengaku tak tahu-menahu soal SMS itu.

"Validasi dulu. Itu dari siapa. Saat ini lobi masih berjalan. Artinya yang dicari titik temu. Edaran saya taunya dari media. Artinya yang kita pengen tahu siapa yang berbicara ada ini, itu siapa," katanya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).


Namun demikian, Dede menegaskan untuk urusan waspada terhadap kemungkinan adanya money politics dalam pembahasan RUU Pemilu sudah dibahas partainya.

"Saya tidak tau ada apa enggaknya dari tadi kita standby atau baca berita. Dalam politik kemungkinan apapun selalu ada. Tapi yang mampu melakukan itu orang yang berkepentingan besar. Kita harus ada. Kalau pun ada itu uang haram. Sebaiknya kita waspada. Lebih baik kita lobi-lobi," ujarnya.

Ketua Komisi IX ini menegaskan bahwa fraksinya tetap pada pendirian awal dengan memilih Paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.

"Kita prinsipnya tetap 0 persen. Tidak ada presidential threshold. Standing position kita itu," tegasnya.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa pihak tertentu bisa menghebuskan isu apapun.

"Kita harus hati-hati. berjaga-jaga iya. Karena kita tau inikan ada kepentingan ketika Pemilu berberngan Pilpres berarti ada yang punya kepentingan. Yang punya kepentingan pasti mempertahankan kekuatan. Partai-partai ingin memiliki capres masing-masing. Kita bisa lihat yang berkepentingan siapa dalam titik ini," demikian Dede.[san]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya