Berita

Net

Politik

Pentolan PDIP: Jokowi Perlu Rombak Kabinet Sekarang Juga

KAMIS, 20 JULI 2017 | 21:50 WIB | LAPORAN:

Isu reshuffle kabinet pemerintahan Joko Widodo kembali mengemuka belakangan ini. Walaupun reshuffle merupakan hak prerogatif presiden, tapi beberapa pandangan dan analisa soal perombakan kabinet sudah banyak menghiasi pemberitaan media massa.

Politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin mengatakan, wacana reshufle kali ini harus dibaca pemerintah sebagai bagian dari proses dan persiapan Pilpres 2019. Kegagalan dalam membuat keputusan akan mempengaruhi konstelasi politik dan kemenangan dalam pilpres.

Menurutnya, konstelasi politik di 2019 tidak akan jauh beda dengan peta politik pada Pemilu 2014. Dua kekuatan pada Pilpres 2014 antara pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan tetap menggumpal dan mengkristal di pilpres mendatang. Sedikit beda adalah dukungan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang semula menjadi pilar Koalisi Merah Putih (KMP) dalam mendukung Prabowo kini sudah menyeberang ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).


"Peta kekuatan yang hampir tak berubah ini sangat jelas terlihat dari komposisi setiap pengambilan keputusan di lembaga legislatif. Terakhir, misalnya dalam persoalan pro kontra terhadap Perppu 2/2017. Dalam persoalan ini tetap ada kekuatan di Senayan dengan satu pihak adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, PKB, Hanura, Nasdem dan PPP, dan pihak lain adalah PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/7).

TB Hasanuddin mengatakan, suasana serupa juga nampak jelas dalam gelaran Pilkada DKI Jakarta dan Pilkada Serentak 2017. Peta politik dan aroma dalam pilkada benar-benar menggambarkan dan mencerminkan secara nyata antara kekuatan KMP dan KIH. Bahkan, dalam hal rencana pemindahan ibu kota negara, di mana Partai Amanat Nasional (PAN) yang masuk dalam kabinet jelas tidak mendukung rencana tersebut.

"Maka orang awam pun akan menyimpulkan bahwa Pilpres 2019 akan tetap menjadi pertarungan dua kubu yaitu KIH plus versus KMP minus. KIH plus artinya plus Golkar dan PPP," bebernya.

Karena itu, dia mengingatkan bahwa reshuffle kali ini sangat menentukan. Presiden Jokowi harus benar-benar menggunakan momentum reshuffle sebagai upaya konsolidasi. Jokowi harus tegas dan partai-partai yang tidak sejalan dengan kebijakannya serta tidak setia dalam setiap pengambilan keputusan tidak perlu lagi berada dalam format kabinet.

"Daripada jadi duri dalam daging mending terus terang saja membuat garis siapa yang akan dihadapi dalam Pilpres 2019. Reshuffle ini harus dilakukan bulan Juli ini atau tidak sama sekali," ujar TB Hasanuddin.

Lebih jauh, dia menambahkan bahwa kabinet hasil reshuffle jilid tiga nanti harus menjadi kabinet solid serta komitmen membuat program-program pro rakyat. Sementara komposisi kabinet sendiri harus mewujudkan komposisi yang benar-benar proporsional.

"Di saat yang sama, Presiden Joko Widodo harus memilih berdasarkan kesetiaan dan loyalitas," tegas TB Hasanuddin yang juga wakil ketua Komisi I DPR. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya