Berita

Gedung DPR/Net

Politik

Jelang Paripurna, Fraksi-fraksi Di DPR Mulai Rapatkan Barisan

KAMIS, 20 JULI 2017 | 11:31 WIB | LAPORAN:

Menjelang faksi-fraksi di DPR mulai merapatkan barisan. Masing-masing dari mereka menggelar rapat internal.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bahkan telah melangsungkan rapat secara tertutup.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Robert Kardinal rapat yang dilakukan hanya sebatas untuk mengetahui bahwa semua anggota fraksi hadir dalam rapat paripurna. Kata dia, formasi F-PG saat ini, hanya ada 4 orang yang belum hadir dari toral 91 anggota.


"Belum (ada keputusan). Tadi hanya absen yang sudah hadir tadi 87," kata Robert di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Djohan.

"Ini baru mau rapat pleno fraksi, belum. Nanti setelah ada keputusan kami sampaikan," katanya.

Dalam pandangan mini fraksi di rapat kerja bersama pemerintah, Fraksi Partai Golkar dengan beberapa fraksi koalisi pemerintah lainnya, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP  akan memilih paket A dalam voting RUU Pemilu. Paket ini mencantumkan Presidential Threshold 20-25 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara saint lague murni.

Sedangkan PKB memilih paket D, yakni Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni.

Sementara Fraksi Gerindra, PKS, dan PAN memilih paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya