Berita

Amien Rais dan Zulkifli Hasan/Net

Politik

Amien Tunduk Ke Zul

Dilarang Bikin Gaduh
KAMIS, 20 JULI 2017 | 08:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meski senior dan pendiri PAN, Amien Rais tunduk juga kepada yuniornya, Zulkifli Hasan. Zul melarang Amien membuat gaduh dengan tidak membeberkan bobrok KPK kepada Pansus Hak Angket DPR, kemarin.

Amien berinisiatif mendatangi Pansus di Gedung DPR, kemarin siang. Tiba pukul 13.30 WIB, eks ketua MPR itu sempat meladeni beberapa pertanyaan para pewarta sebelum akhirnya masuk ke ruang tunggu pimpinan Pansus Angket. Namun sekitar 10 menit kemudian, dia keluar. Amien menyebut, pertemuan batal karena Pansus hendak melakukan pertemuan dengan Wakapolri Komjen Syafruddin.

Amien sendiri sudah membawa makalah sebagai peluru untuk menghantam KPK. "Ini soal dugaan beberapa kejahatan KPK," ungkapnya sambil menunjukkan makalah yang dipegangnya. Tapi rupanya, Amien memang belum mau membeberkan borok-borok KPK itu kepada Pansus. Alasannya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengimbaunya agar tak membuat kegaduhan.


"Ketua Umum saya mengatakan, Pak Amien tunggu momentumnya sebentar ini. Kalau pak Amien menggebrak KPK, jangan-jangan nanti malah makin tambah gaduh," tutur Amien menirukan omongan Zul.

Kegaduhan bisa timbul mengingat KPK baru saja menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Amien khawatir jika diungkap sekarang, timbul persepsi ada kaitannya dengan kasus korupsi e-KTP tersebut. Padahal, Amien menegaskan, sama sekali tak ada kaitan. "This is my own, this is my perspective, this is my conclusion tentang KPK itu," tegas eks ketua umum PAN itu.

Amien mendengarkan dan menuruti apa kata Zul. Makalah itu akan disimpannya dan baru akan dibuka ketika momentumnya dirasa pas. Ketika ditanya data pembuatan makalah, Amien menegaskan dirinya adalah guru besar ilmu politik. Dia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki negara ini.

"Saya pernah jadi ketua MPR, saya tahu negeri ini masa saya diam saja. Jadi ini tanggung jawab moral, tanggung jawab warga negara, maka saya sampaikan," tegasnya.

Menunggu pertemuan berikutnya, Amien akan melengkapi data-data makalah borok-borok KPK itu. "Saya akan datang kembali," tegasnya.

Amien sendiri menilai KPK memang sudah lemah. Buktinya, beberapa kasus kakap seperti kasus bailout Century, SKL BLBI dan kasus RS Sumber Waras yang tak kunjung diselesaikan komisi antirasuah itu. "Saya ketawa apakah KPK itu kuat? KPK itu lemah, Mbahnya lemah. Jangan katakan lemahkan KPK, memang wong sudah lemah kok," beber Amien. Dia pun menilai pantas saja jika gerak KPK dibatasi. "KPK sudah agak kelewatan," imbuhnya.

Wakil Ketua Pansus Angket KPK Taufiqulhadi mengatakan, pembatalan rapat dengan Amien karena makalahnya dianggap kurang lengkap. Amien sendiri bertemu Taufiqulhadi sekitar 10 menit. "Karena belum lengkap bahan-bahan sekaligus waktunya sangat pendek. Beliau minta agar ditunda minggu depan," ungkapnya.

Taufiqulhadi sendiri menyatakan, Amien datang atas inisiatif pribadi bukan undangan dari Pansus. Karena itu, tidak ada pertanyaan khusus yang akan diajukan pansus kepada Amien. "Terserah beliau mau katakan apa," seloroh politikus Nasdem ini.

Anggota Pansus Angket KPK dari Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, dua hari lalu Amien meminta dihadirkan dalam kegiatan angket. Pertemuan tersebut bukan atas undangan Pansus. Tujuannya, pertama ingin menyampaikan aspirasi dan kedua ingin menyampaikan dukungan.

"Itu yang kami terima dari Amien Rais dan rombongan yang nanti akan hadir. Ingin memberikan dukungan kepada Pansus untuk tegar melaksanakan tugas-tugas penyelidikan," ujar Bambang di tempat yang sama. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya