Berita

Politik

Buka Isolasi Di Papua Barat, Jokowi Minta Pembangunan Pelabuhan Dipercepat

KAMIS, 20 JULI 2017 | 06:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Membuka keterisolasian merupakan salah satu tantangan yang saat ini tengah dihadapi di Provinsi Papua Barat.

Selain itu pembukaan lapangan pekerjaan yang baru, pengentasan kemiskinan, hingga pembangunan yang lebih merata perlu segera dilakukan, mengingat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat merupakan yang kedua terendah di Indonesia.

Begitu kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Provinsi Papua Barat, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/7) sore.


"Inilah saya kira pekerjaan-pekerjaan besar yang harus kita lakukan untuk memberikan peningkatan kesejahteraan bagi rakyat di Provinsi Papua Barat," jelasnya.

Presiden meminta kepada segenap jajaran untuk bisa fokus mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas di Papua Barat dengan daerah-daerah yang lain di Indonesia. Sehingga Papua Barat tidak sekadar keluar dari isolasi, tapi juga bisa menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal yang ada.

Salah satu yang disasar adalah percepatan pembangunan pelabuhan baik di Sorong, Bintuni, maupun di Kaimana. Termasuk, pengembangan dermaga penyeberangan di Wasior dan Polei dan pengembangan sejumlah bandara.

“Saya juga minta agar diperhatikan percepatan pembangunan ruas-ruas jalan strategis yang menghubungkan antar pusat-pusat pengembangan ekonomi,” pungkas Presiden Jokowi seperti dikutip laman Setkab.

Rapat terbatas ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani,  Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menristek dan Dikti M. Nasir, dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan juga turut hadir di rapat. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya