Berita

Politik

Ribuan Pegawai Non PNS Tuntut Revisi UU ASN

RABU, 19 JULI 2017 | 17:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pegawai non PNS yang tergabung dalam Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN) turun ke jalan. Demonstrasi yang digelar di depan Istana Negara hari ini (Rabu, 19/7) untuk mendesak revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

"Kami meminta pemerintah segera membuat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) revisi UU ASN dan membahasnya bersama-sama DPR. Untuk segera merevisi UU ASN yang berkeadilan," kata Ketua Presidium KNASN Mariani dalam keterangannya sesaat lalu.

Dikatakan Mariani, KNASN yang merupakan organisasi yang memperjuangkan pegawai non PNS yang berstatus honorer, tidak tetap, kontrak, dan pegawai tetap non PNS, mendukung Pemerintah untuk menyertakan DIM tersebut untuk keperluan revisi UU ASN. Revisi UU ASN yang berkeadilan bagi mereka adalah mengakomodir pengangkatan PNS terhadap pegawai non PNS yang telah mengabdi pada garda depan pelayanan publik Negara.


"Jumlah pegawai non PNS yang tergabung dalam KNASN sebanyak  98.626 merupakan bagian dari ratusan ribu pegawai non PNS. Adapun elemen massa aksi yang ikut demo 25.000 dari perwakilan seluruh Indonesia," jelasnya.

Elemen KNASN yang menggelar unjuk rasa berasal dari profesi tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan dokter. Kemudian tenaga penyuluh terdiri dari penyuluh pertanian, perkebunan, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, inseminator ternak, PLKB dan penyelia mitra tani.

Lalu penyuluh perikanan, penyuluh lapangan gerhan kehutanan, guru dan tenaga pendidikan, Banpol PP (Satpol PP), pengamanan dalam kantor pemerintah dan honorer daerah di Dinas Perhubungan, dan pemadam kebakaran.

"Kami juga menuntut selama proses pembahasan revisi UU ASN tidak boleh ada rekruitmen tenaga honorer, tenaga kontrak, pegawai tidak tetap dan pengangkatan CPNS baru. Yang kami minta adalah pengangkatan secara bertahap mempertimbangkan pengabdian serta kemampuan keuangan negara," tegas Mariani. [wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya