Berita

HNW/Net

Politik

HNW: Dikotomi Keislaman Dan Keindonesiaan Untungkan Kelompok Anti Negara

RABU, 19 JULI 2017 | 09:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menolak adanya upaya mendikotomi keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya dikotomi itu seolah menyebut bahwa umat Islam Indonesia anti dengan Pancasila.

Dengan adanya dikotomi itu, lanjut Hidayar, ada kalangan Islam yang merasa seolah-olah Islam terpisah dari keindonesiaan. Kemudian muncuk istilah thogut dan kafir yang seolah-olah Indonesia terpisah dari Islam. Kemudian mereka berpikir tentang (ideologi) negara yang lain.

"Saya menolak adanya pendikotomian itu. Seolah-olah umat Islam anti Pancasila, anti-NKRI," katanya di Aula Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/7).


Ditegaskan politisi PKS ini bahwa keindonesiaan dan keislaman merupakan bagian yang tak terpisahkan. Ini bisa dilihat dari bukti keterlibatan umat Islam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Seperti peran Bung Karno, K.H. Wahid Hasyim, K.H. Kahar Muzakar, Agus Salim, Moh Natsir, dan Ki Bagus Hadikusumo.

"Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemikiran, jihad, pemimpin Islam dan umat Islam. Mereka menyepakati tentang keindonesiaan kita. Inilah yang perlu disampaikan kepada generasi muda. Karena generasi muda seringkali tidak paham," jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa HNW itu berharap tidak ada upaya mengadu-domba antara umat Islam dan negara. Ia meminta kepada negara untuk menolak provokasi memusuhi umat Islam dan umat Islam juga tidak boleh memusuhi negara.

"Adu domba itu hanya menguntungkan mereka yang anti negara, yaitu kelompok atheis, liberalis, separatis, komunis," pungkasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya