Berita

Politik

Jokowi Akan Pastikan Ketum Golkar Seperti Novanto, Loyal Ke Pemerintah

SELASA, 18 JULI 2017 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Keputusan KPK dalam menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP dapat mengubah peta pencapresan Jokowi pada Pilpres 2019.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Suko Widodo, lewat pesan tertulis, Selasa (18/07).

Ia memprediksi kemungkinan pergantian posisi Setya Novanto sebagai Ketum Golkar bisa mengubah rencana pencapresan Joko Widodo dalam gelaran Pilpres 2019.


"Ada kemungkinan itu (peta pencapresan) berubah,” ujarnya.

Suko Widodo menilai naiknya Setnov sebagai Ketum Golkar dan Ketua DPR RI karena mendapat dukungan dari Jokowi. Menurutnya, jika Novanto lengser dari posisi Ketum Golkar, ada kemungkinan Istana akan ikut mencari dan mendukung Ketum baru yang loyal dan mendukung pemerintah.

"Karena itu dengan adanya kasus ini, Pak Jokowi tentu akan berpartisipasi pada pemilihan Ketua Golkar yang baru," pungkasnya.

Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus megaproyek E-KTP. Dia diduga mendapat aliran dana 574 M dari total kerugian negara 2,5 T.

Setnov dijerat Pasal 3 atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHPidana.

Sejauh ini, baik di DPR dan Golkar sendiri, Novanto belum akan mengundurkan diri. Dia menunggu keputusan kasus yang membelitnya tersebut, berkekuatan hukum tetap. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya