Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon: Novanto Tetap Ketua DPR Tergantung Golkar

SELASA, 18 JULI 2017 | 13:56 WIB | LAPORAN:

Semua pihak harus menghormati proses hukum atas tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

"Kita harus menghormati proses hukum tapi kita menghargai praduga tak bersalah," katanya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (18/7).

Dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, pihaknya berencana menyelenggarakan rapat bersama pimpinan DPR lainnya untuk membahas nasib Setya Novanto di kursi pimpinan DPR. Namun, Fadli memastikan bahwa sesuai UU MD3, pergantian anggota maupun pimpinan DPR merupakan kewenangan fraksi.


"Saya kira tentu harus sesuai mekanisme UU MD3 dalam hal ini, jadi nanti kita akan Rapim selama tidak ada pergantian yang diusulkan fraksi maupun Parpol berarti tidak ada perubahan karena mekanisme kita seperti itu begitu juga saya kira dengan anggota DPR semuanya diatur UU siapapun anggota DPR yang mengalami satu proses hukum selama proses itu belum inkratch maka tetap sebagai anggota. Jadi saya kira kita mengacu kepada aturan dan UU yang ada," jelasnya.

Artinya, meski sudah menjadi tersangka Novanto tetap jadi Ketua DPR, selama Fraksi Partai Golkar tidak mengajukan pergantian Ketua DPR.

"Saya kira tetep Pak Nov sebagai Ketua DPR," tegasnya.

Menurut undang-undang MD3, seorang anggota DPR RI yang sudah ditetapkan menjadi tersangka harus dinonaktifkan dari tugas-tugas kenegaraannya. Fadli Zon nampaknya tak menganggap absennya Novanto sebagai Ketua DPR dapat mengganggu kinerja legislasi para politikus Senayan.

"Karena pimpinan DPR ini ada kolektif kolegial. Saya kira ga mengganggu tugas yang ada. Kita kan sudah terbagi jadi sebenarnya bidang tugas di DPR setelah terbagi jadi ga pengaruhi posisi pimpinan kalau pimpinan itu ada persyaratan kalau diluar yang menyangkut tidak bisa kendalikan harus melalui usulan fraksi kalau tidak usulan pergantian ga ada perubahan apa-apa," urainya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya