Berita

Foto/Net

Politik

Novanto Tersangka, Partai Golkar Harus Segera Gelar Munaslub

SELASA, 18 JULI 2017 | 09:38 WIB | LAPORAN:

. Status tersangka Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dipastikan bisa menggerus perolehan suara Golkar di Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

"Golkar terancam kalah pada Pilkada 2018 bahkan di Pemilu 2019," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (18/7).

KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada kasus pengadaan protek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.


Demi menyelamatkan partai berlambang pohon beringin itu dari kekalahan besar, Ujang menghimbau agar Golkar segera mengambil langkah politik dengan menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub).

"Partai Golkar membutuhkan pemimpin baru untuk bisa selamat pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ujang menduga, Golkar pasti bergejolak pasca penetapan tersangka terhadap Setya Novanto. Apalagi, salah satu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung sudah menyatakan bahwa Golkar membutuhkan pemimpin baru.

Ketum, tegasnya, merupakan lambang partai. Artinya jika ketum sudah menjadi tersangka, maka masyarakat akan memandang minus partai itu. Hal itu berakibat pada para calon kepala daerah dan para calon anggota DPR RI serta DPRD terancam kalah.

"Untuk itu, jika tidak dilaksanakan Munaslub untuk dapatkan ketum baru, maka semua calon yang diusung Golkar di Pilkada nanti terancam kalah semua," jelas Ujang. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya