Berita

Hendrawan Supratikno/Net

Politik

PDIP Ngarep Revisi MD3 Cepat Diketok

SELASA, 18 JULI 2017 | 03:13 WIB | LAPORAN:

DPR saat ini sedang dihadapkan pada polemik RUU Pemilu yang terancam deadlock alias buntu akibat tidak adanya kata sepakat mengenai pasal presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. Di tengah-tengah polemik ini, PDIP masih mengharap agar revisi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) bisa segera disahkan.

Revisi MD3 ini memang penting bagi PDIP. Sebab, hasil revisi ini nanti akan menjadi payung hukum bagi PDIP untuk ikut menikmati empuknya kursi pimpinan DPR dan MPR yang diidamkan sejak memenangkan Pemilu 2014. Revisi ini sudah dimulai sejak Desember lalu. Makanya, meski sedang ribut-ribut soal pembahasan RUU Pemilu, PDIP ingin revisi tersebut cepat rampung.

"Kami optimisitis revisi MD3 akan rampung dalam waktu dekat. Sebab, saat ini, DPR cuma menunggu sikap akhir Pemerintah tentang penambahan jumlah kursi pimpinan MPR dan DPR dalam revisi tersebut,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno, Senin (17/7).


Menurut dia, revisi ini harusnya selesai sejak jauh-jauh hari. Namun, pihaknya juga tidak mau mendesak-desak. Pihaknya memilih realistis. Sebab, saat ini, energi DPR banyak tersita oleh sejumlah pekerjaan bidang pengawasan dan legislasi lain.

Untuk saat ini, PDIP mendorong Badan Legislasi (Baleg) DPR bisa fokus pada penyelesaian revisi UU tersebut. Terlebih, revisi tersebut sudah menjadi komitmen semua fraksi. Pihaknya juga tidak ingin penundaan realisasi komitmen dan pekerjaan akan membuat energi DPR terbuang percuma.

"Kami menyayangkan pengesahan UU MD3 tersendat karena DPR gagal fokus. Harusnya, apa yang sudah jelas arahnya, digarap tuntas. Jangan zig-zag," tegas anggota Komisi XI DPR ini.

Hendrawan menuding, salah satu penyebab molornya pembasahan revisi UU MD3 adalah deal-deal lain yang terus melebar. Namun, ia yakin, DPR dan Pemerintah akan segera mendapat titik temu terkait pembahasan tersebut, sehingga bisa segera disahkan.

"Prinsipnya, makin cepat Undang-Undang ini selesai, ya makin baik. Kalau mengurus ke dalam saja (urusan internal DPR) kedodoran, bagaimana mau mengurus masalah-masalag lain yang penting dan strategis," tandasnya.

Jalannya revisi MD3 memang tersendat-sendat. Awalnya, revisi ini akan disahkan pada Januari lalu, namun kemudian ditunda berkali-kali sampai sekarang. Penyebabnya, fraksi lain ikut-ikutan ingin mendapat jatah kursi pimpinan DPR dan MPR.

Saking banyaknya yang meminta, sempat ada usulan agar pimpinan MPR dibuat menjadi 11 orang. Usulan-usalan seperti ini kemudian menimbulkan banyak perdebatan sehingga pengesahan revisi MD3 terus tertunda. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya