Berita

Leo Nababan/net

Politik

Leo Nababan: Tak Mungkin Partai Sebesar Golkar Dipimpin Dari Balik Jeruji

SENIN, 17 JULI 2017 | 22:30 WIB | LAPORAN:

Politisi Senior Golkar Leo Nababan menyarankan Setya Novanto segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar pasca ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Berdasarkan Fatsun Partai Golkar yakni Prestasi, Dedikasi dan loyalitas, serta Tidak tercela (PDLT) saya menyarankan pak Setnov segera mengundurkan diri saja, walaupun kita harus menghargai asas praduga tak bersalah" kata Leo Nababan saat dihubungi, Senin (17/7).

Sebagai sahabat lama, kata dia, Setnov lebih baik konsentrasi kepada kasus hukum yang menjeratnya. Dan segera melepas jabatannya.


"Demi bangsa dan negara, segera mundur dari DPR, agar institusi yang terhormat (yang mulia) tidak tercemar. Karena Lembaga DPR adalah lembaga atas nama rakyat yang harus kita jaga marwahnya," ucapnya.

Leo menambahkan, berdasarkan aturan, jika Ketua Umum sudah ditetapkan sebagai tersangka, apalagi kasus korupsi, partai harus segera diselamatkan.

"Karena tidak mungkin partai sebesar golkar dipimpin dari belakang jeruji besi (penjara). Janganlah korbankan partai ini demi kepentingan pribadi," tegas Leo.

KPK resmi menetapkan Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP.

Sebelum Novanto, ada nama Andi Agustinus alias Andi Narogong dan bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto yang kini berstatus terdakwa.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diuduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan, dasilitas sehingga diduga merugikan negara.

Atas perbuatan tersebut Novanto disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diumah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya