Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Golkar Pastikan Status Novanto Tidak Ganggu Mesin Partai

SENIN, 17 JULI 2017 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengakui bahwa penetapan Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka berpengaruh secara psikologis. Namun, penetapan tersebut tidak menganggu jalannya roda organisasi.

Menurutnya, Golkar tetap siap menghadapi kompetisi politik dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang. Nurdin juga meminta agar penetapan tersangka terhadap Novanto tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.

"Yang pasti kita solid sesuai sistem dan fungsi partai. Oleh karena itu kader harap tenang dan solid," ujarnya di sela pertemuan tertutup petinggi Golkar di kediaman pribadi Novanto, Jalan Wijaya, Jakarta (Senin, 17/7).


Nurdin mengatakan, DPP Golkar akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan langkah selanjutnya. Terlebih mengenai langkah politik pasca penetapan Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP. Menurutnya, rapat pleno akan digelar sesegera mungkin dan dipimpin oleh Novanto sendiri.

"Kita sepakat menghargai azas praduga tak bersalah, Partai Golkar secara psikologis terpengaruh, secara fisik tidak. Konsolidasi mengadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 jalan terus," demikian Nurdin.

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Sebelumnya ada nama Andi Agustinus alias Andi Narogong dan bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto yang kini berstatus terdakwa.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan, dasilitas sehingga diduga merugikan negara. Atas perbuatan tersebut, dia disangkakan melanggar pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya