Berita

Setnov/net

Politik

Tidak Ada Jalan Lain Bagi Setnov Selain Mengundurkan Diri Dari Golkar Dan DPR

SENIN, 17 JULI 2017 | 22:15 WIB | LAPORAN:

Politisi muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengaku dirinya merasa prihatin atas musibah ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus megaskandal korupsi pengadaan e-KTP.

"Tentu kita semua merasa sebagai kader Golkar, saya tentu juga merasa sedih dengan semakin kuatnya dugaan Setya Novanto sebagai aktor utama dalam kasus itu," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkatnya, Senin (17/7).

Namun, lanjut Doli, sebagai kader yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap agenda pemberantasan korupsi, tentu harus lebih mengedepankan kepentingan yang lebih besar bagi partai, bangsa, dan negara.


"Oleh karena itu, sejak awal ketika Setya Novanto disebut namanya di dalam dakwaan pada sidang pertama tersangka Irman dan Sugiharto, saya sudah menyarankan saat itu agar beliau segera mengundurkan diri dan keluarga besar Golkar harus segera menyiapkan diri melakukan pergantian kepemimpinan baru di DPP," jelasnya.

Pengunduran diri itu menurut dia perlu dilakukan demi penyelamatan partai. Sebab faktanya, dalam tiga bulan terakhir ini, setiap kali ada persidangan dan pemeriksaan saksi, nama Novanto selalu disebut.

"Secara otomatis pasti Golkar tersandera dan terbawa-terbawa negatif," imbuhnya.

Dengan ditetapkannya sebagai tersangka, menurut Doli tidak ada lagi jalan lain bagi Novanto. Demi menjaga nama partai, pria yang akrab disapa Setnov itu harus mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPR RI.

"Agar citra partai Golkar dan DPR tidak terikut terus merosot. Apalagi bagi Golkar jangan sampai urusan pribadi Setya Novanto, mengganggu urusan konsolidasi partai dalam menghadapi agenda-agenda politik strategis ke depan. Pilkada serentak 2018 sdh di depan mata dan persiapan Pileg dan Pilpres 2019 tidak bisa ditunda," tegas Doli.

Setelah itu, lanjut Doli, Golkar harus segara menggelar Munaslub untuk mencari Ketua Umum yang baru.

"Jadi tidak ada jalan lain DPP dengan semua perangkatnya termasuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera melakukan rapat untuk mengambil sikap mempersiapkan Munaslub," demikian Doli.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya