Berita

RMOL

Politik

Pansus Penghalang Langkah KPK Berantas Korupsi

SENIN, 17 JULI 2017 | 16:28 WIB | LAPORAN:

Sejak digulirkan 28 April lalu, hak angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi mendapat penolakan banyak pihak. Salah satunya Madrasah Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah yang menjadi paling vokal menyuarakan penolakan angket dan pembentukan panitia khusus.

"Keberatan dan penolakan kami bukan dilandasi oleh desakan dan dorongan apapun kecuali merupakan nalar lurus kami sebagai manusia," kata Direktur Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/7).

Dia menilai, angket sebagai penghalang atau upaya menghentikan langkah KPK dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi.


"Keyakinan kami tersebut hingga saat ini semakin terbukti dengan narasi-narasi yang disampaikan oleh para pimpinan dan anggota pansus merupakan diksi pertentangan terhadap KPK. Tentu kepercayaan publik terhadap pansus sangat rendah dan cenderung menolak pansus. Hal ini dikarenakan beberapa anggota pansus disebut dalam kasus korupsi yang ditangani KPK," jelas Virgo.

Menurut Virgo yang juga penggagas petisi change.org/tolakhakangket, pihaknya menyertakan 45 ribu lebih suara yang tergabung dalam petisi online menolak hak angket dan meminta Pansus KPK segera membubarkan diri. Petisi telah disampaikan beberapa kelompok masyarakat seperti PP Pemuda Muhammadiyah, Patriot Garuda Nusantara, JARI 98 kepada Pansus KPK dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung Nusantara II DPR pada 14 Juli lalu. Petisi juga tidak menerima anggaran negara yang digunakan pansus dalam melemahkan KPK.

"Suara kami mungkin tidak sebesar suara yang para anggota DPR raih dalam pemilu dan mengantarkan duduk di DPR. Tapi suara ini berharap dapat mengembalikan langkah anggota DPR untuk kembali ke jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan nalar publik yaitu membubarkan pansus angket KPK," demikian Virgo. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya