Berita

Taufik Kurniawan/net

Politik

Pimpinan DPR: Kredibilitas Pemerintah Sedang Terancam

SENIN, 17 JULI 2017 | 14:03 WIB | LAPORAN:

DPR RI sedang mengamati reaksi masyarakat atas penerbitan Perppu 2/2017 tentang perubahan UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Perppu ini biasa disebut Perppu Ormas.

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengatakan, meski penerbitan Perppu itu adalah wewenang pemerintah tetapi DPR RI harus memberi persetujuan sebelum Perppu menjadi UU dalam sidang paripurna. Sebelumnya pula ada rapat pembahasan oleh komisi yang terkait, di mana akan dibacakan pandangan mini fraksi-fraksi.

"Agar tidak rancu di masyarakat, kita tunggu saja, suratnya kami terima, baca, kami pelajari, disesuaikan mekanisme berlaku. Ada batas relevansi dan waktu pada pelaksanaan Perppu itu sendiri sampai nanti Perppu itu disahkan dan disetujui oleh DPR." kata Taufik kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).


Untuk menentukan setuju atau tidak terhadap Perppu itu, DPR melihat lebih dahulu bagaimana reaksi publik.

"Tentunya kita tunggu bagaimana reaksi masyarakat," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, ada kemungkinan Perppu Ormas ditolak oleh sidang paripurna DPR.
Jika Perppu ditolak oleh DPR maka yang terancam adalah kredibilitas pemerintah.

"Walau Perppu itu domain sikap pemerintah, sekali lagi, kalau seandainya Perppu itu banyak tidak disetujui oleh DPR dalam sikap politik, tentu Perppu itu batal. Batalnya Perppu itu menyangkut kredibilitas pemerintah karena Perppu itu bersifat genting," tutur Taufik. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya