Berita

Ahmad Doli Kurnia /Net

Politik

Golkar Akui Pansus KPK Gerus Elektabilitas Partai

SENIN, 17 JULI 2017 | 06:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Manuver yang dilakukan Panitia Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK) di Dewan Perwakilan Rakyat, bisa merusak citra dan elektabilitas Partai Golkar. Ini lantaran Pansus KPK dipimpin oleh Fraksi Partai Golkar dan mendapat banyak respon negatif dari rakyat.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (17/7).

"Makin lama kasus e-KTP ini didiamkan begitu saja, ini akan semakin merugikan partai Golkar," ujarnya.


Doli juga menjelaskan bahwa pembentukan Pansus KPK tidak terlepas dari pengusutan kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), yang turut menyeret sejumlah politisi Golkar, termasuk ketua umum Setya Novanto.

Selain itu, pansus juga dipimpin oleh politisi Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, yang juga namanya disebut dalam dakwaan e-KTP.

"Komentar yang ditampilkan lewat Pansus KPK juga kan banyak dari Golkar, khususnya yang miring-miring. Misalnya, ide tentang pembekuan anggaran KPK munculnya dari Misbakhun. Orang tahu itu kader Partai Golkar," ucapnya.

Lebihb jauh Doli membeberkan bahwa berdasarkan survei internal, suara Golkar merosot ke angka 11 persen. Padahal, pada pemilu 2014 lalu, Golkar meraih 14,75 persen suara.

"Dan 67 persen penyebab turunnya suara itu disebabkan kasus E-KTP," tutupnya. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya