Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (60)

Spiritual Contemplations: KKN

JUMAT, 14 JULI 2017 | 08:04 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SIKAP Nabi Muhammad Sawterhadap KKN sangat tegas. Dalam satu hadis ri­wayat Abu Daud disebut­kan, suatu saat ada se­orang sahabat meninggal dunia saat perang Khaibar berkecamuk. Para sahabat menyampaikan ke Nabi, siapa tahu Nabi berkenan memimpin shalat jenazah untuknya. Nabi menyampaikan kepa­da para sahabat dengan mengatakan: "Shalat­kanlah kawanmu itu". Para sahabat kaget, bi­asanya Rasulullah Saw selalu menjadi imam shalat jenazah pada sahabatnya. Nabi melan­jutkan perkataannya dengan mengatakan: "Rekanmu itu korupsi di dalam peperangan". Setelah dicek ternyata di dalam diri sahabat itu mengantongi manik-manik milik seorang Yahu­di yang harganya tidak lebih dari dua dirham, tetapi tidak disetor bersama harta ganimah (harta rampasan perang).

Dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah bahwa ketika menuruni sebuah lembah, seorang budak sedang berdiri me­lepaskan pelananya, tiba-tiba sebuah anak panah melesat tepat mengenai dirinya hingga meninggal. Abu Hurairah berkomentar, semo­ga orang ini masuk surga. Nabi menanggapi dengan mengatakan: "Tidak mungkin!, Demi Zat Yang Menguasai Muhammad, Demi Zat yang menguasai diri Muhammad, ada seh­elai baju yang dikorupsi orang ini saat terjadi perang Khaibar dan tidak dimasukkannya se­bagai bagian dari harta rampasan. Baju itu akan membakarnya nanti di neraka". (HR. Imam Bukhari).

Dari kedua hadis di atas menunjukkan be­tapa tegas sikap Nabi terhadap KKN. Kali ini Nabi menunjukkan kepada kita hanya manik-manik kecil seharga dua dirham, yang nilain­ya pada masa Nabi setara dengan 0,85 gram emas, tetap Nabi menolak untuk menshala­ti jenazah sahabatnya. Demikian pula saha­bat yang kedua, hanya karena selembar baju yang tidak disetorkan kepada Baitul Mal mem­buatnya tidak ingin menyalati yang bersang­kutan. Ini menunjukkan, sekecil apa pun nilai korupsi itu tidak bisa ditolerir oleh Nabi. Inilah dasarnya wacana yang pernah berkembang di dalam komisi Bahtsul Masaail di lingkungan NUketika menyelenggarakan Muktamarnya di Makassar beberapa waktu lalu.


Seandainya para pejabat dan pemimpin negeri ini konsisten seperti yang dilakukan Nabi, maka sudah barang tentu bangsa ini akan mencapai kemajuan lebih besar lagi. Da­lam keadaan masih sedang perang melawan korupsi saja Indonesia bisa survive di tengah krisis ekonomi dan moneter dunia, apatah lagi jika korupsi di negeri ini sudah betul-betul bisa dibersihkan. Tentu investasi dari Negara-negara lain akan berjubel menanamkan atau mengamankan dananya ke Indonesia. Namun karena adanya kekhawatiran dari dampak ko­rupsi yang belum tuntas, maka di antara inves­tor masih meikir-mikir untuk berinvestasi di In­donesia. Jika masyarakat bangsa Indonesia bersatupadu melawan dan memberantas koru­psi, maka sudah barang tentu nasib bangsa ini akan lebih baik lagi.

Ketegasan Nabi terhadap praktek KKN kiran­ya memotivasi kita untuk menegakkan sendi-sendi keadilan di dalam kehidupan berbangsa. Praktek kolusi, korupsi, dan nepotisme yang terbukti membebani bangsa sudah saatnya segera diberantas. Aparat hukum dan semua pihak termasuk masyarakat luas perlu mendu­kung langkah-langkah KPK dan pemerintah di dalam memberantas KKN. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya