Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (60)

Spiritual Contemplations: Masuklah Melalui Pintu Yang Berbeda!

KAMIS, 13 JULI 2017 | 10:47 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

ADA sejumlah ayat yang bisa dipahami secara de­notatif dan ada yang dapat difahami secara konotatif. Di antara ayat yang dapat difahami secara konitatif ialah: 'Dan Yakub berkata: "Hai anak-anakku jangan­lah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu ger­bang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetap­kan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada- Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah ke­pada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri" (Q.S. Yusuf/12:67)

Ayat tersebut di atas sesungguhnya memiliki makna yang amat dalam dan juga bisa diper­luas. Larangan masuk hanya satu-satunya pintu tetapi diperkenankan masuk di beberapa pintu, mengisyaratkan kepada anak-anaknya agar berfikir dan mendalami persoalan yang dihadapi. Jika hasil ijtihadnya berbeda den­gan saudara-saudaranya yang lain maka itu menjadi kekayaan budaya. Nasehat seorang ayah terhadap anak-anaknya jauh dari kes­an panatisme. Ia memberikan kemerdekaan penuh kepada anak-anaknya namun ia tetap menekankan arti sebuah tanggung jawab dan tawakkal kepada Tuhan. Kemerdekaan tanpa tanggung jawab akan melahirkan kebablasan dan tanggung jawab tanpa tawakkal kepada Tuhan akan melahirkan keangkuhan dan ke­sombongan.

Nasehat ini memberi warna terhadap ke­bijakan sang anak ketika Yusuf menjadi pemimpin negeri Mesir. Ketika negara-negara asing menyatakan ketergantungan pangannya kepada negeri Mesir akibat kemarau berkepan­jangan, maka Nabi Yusuf tidak membawa ne­grinya sebagai negeri angkuh yang mendikte­kan berbagai kepentingannya kepada negara sekutu. Ia malah memberikan kelonggaran un­tuk membangun perekonomian negeri mereka yang sedang morat marit.


Yang paling menakjubkan dari Nabi Yusuf ialah kemampuan untuk memaafkan orang-orang yang pernah bermaksud jahat terhadap­nya, meskipun itu ialah saudara kandungnya sendiri. Ketika ia memanggil dan menerima saudara-saudaranya dalam suasana drama­tis, Nabi Yusuf tidak tergambar sedikit pun rasa dendam di wajahnya. Padahal merekalah yang pernah dengan keji melemparkannya masuk ke dasar sumur. Untung saja Yusuf dipungut oleh saudagar lalu dijual ke pembesar Mesir. Nabi Yusuf bahkan memberikan pernyataan yang sangat indah: 'Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mu­dah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Q.S. Yusuf/12:92).

Kepribadian Nabi Yusuf sangat dibutuhkan di dalam sebuah masyarakat yang mengalami krisis multi dimensi. Tidak perlu mencurahkan segenap waktu dan pikiran datang jauh-jauh belajar menyelesaikan krisis dari negara-neg­ara lain. Konsep problem solving berbagai krisis sebenarnya sangat kaya di dalam Al- Qur'an. Hanya saja kita tidak mau serius men­dalaminya.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang agama dijadikan dalil untuk menghindari jalan-jalan lain selain satu-satunya jalan seba­gaimana dirumuskan oleh kalangan ulama. Para penempuh 'jalan lain' seringkali langsung dikafirkan atau dibid'ahkan, tanpa melalui proses kajian menadalam oleh sebuah istitusi formal. Ada orang secara personal langsung memvonnis sebuah ajaran yang berbeda den­gan pemahaman ajaran yang dianutnya seba­gai ajaran atau aliran sesat dan mereka mend­esak agar ajaran itu dibubarkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya