Berita

Net

Politik

Isu Krusial RUU Pemilu Dibahas Secara Paket

RABU, 12 JULI 2017 | 23:23 WIB | LAPORAN:

Lima isu krusial dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) akan dibahas dalam bentuk paket.

"Internal pansus telah memutuskan untuk lima isu krusial akan dibahas per paket. Paketnya apa, nah ini sedang dibicarakan," kata Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (12/7).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku belum bisa memastikan berapa paket dan apa saja yang akan muncul dalam rapat pansus.


"Apakah tiga atau lima kita belum tahu. Kalau hari ini misalnya muncul dua paket ya dua paket itu yang akan dibawa ke raker besok. Kalau satu ya satu yang dibawa. Final pokoknya paket dibawa ke tingkat raker," jelas Yandri.

Namun, dipastikannya bahwa masing-masing fraksi sudah mengantongi paket tersebut.

"Masing-masing fraksi pasti kelihatan. Baru diputuskan semua kita sepakat sistem paket bukan item per item," kata Yandri.

Meski begitu, dia enggan menanggapi lebih jauh soal pengakuan beberapa politisi parpol pendukung pemerintah yang mengklaim bahwa mereka akan menuruti pemerintah yang menginginkan angka presidential threshold sebesar 20 persen.

"Ya nanti kita lihat. Akan tergambarkan nanti di paket. Apakah sudah ada koalisi permanen untuk golkan paket tertentu atau masih dinamis. Nanti tergambarkan," tukas Yandri.

Adapun, lima isu krusial yang masih dibahas Pansus RUU Pemilu bersama pemerintah yakni besaran parliamentary threshold, besaran presidential treshold, pembagian daerah pemilihan, sistem pemilu, dan metode konversi perolehan suara. [wah]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya