Berita

Jokowi-JK/net

Politik

Pengamat: Menteri-Menteri Sekarang Sudah Uzur, Ganti Dengan Anak Muda

RABU, 12 JULI 2017 | 16:59 WIB | LAPORAN:

Isu reshuffle atau kocok ulang Kabinet Kerja kembali mencuat. Dalam waktu dekat diprediksi akan segera ada pergantian nama-nama menteri, mengingat periodesasi Presiden Jokowi tinggal tersisa 2 tahun lagi sehingga membutuhkan akselerasi kinerja.

Beberapa sektor seperti ekonomi dan sumber daya manusia paling layak untuk dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Presiden Joko Widodo. Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menyarankan agar Presiden segera melakukan evaluasi kinerja Menteri secara objektif serta segera mengganti Menteri yang tidak sesuai dengan target yang telah dicanangkan dalam Nawacita.

“Kalau sebuah rezim melakukan sebuah reshuffle, berarti kabinetnya ada masalah atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sektor ekonomi nampaknya paling bermasalah, karena target pajak tak tercapai dan tingkat kemiskinan naik,” ujar Ubed kepada wartawan, Rabu (12/7).


Lebih jauh, pengamat yang juga aktivis ini menegaskan Kabinet Kerja membutuhkan orang-orang yang segar yang memiliki energi besar untuk mencapai target-target yang telah dicanangkan. Ia melihat, komposisi kabinet saat ini masih diisi oleh nama-nama senior, padahal Presiden sangat berkeinginan menjalankan lokomotif perubahan dengan cepat.

“Spirit Nawacita itu kan spirit perubahan. Tetapi spirit perubahan yang besar itu tidak didukung kabinet yang memiliki energi yang besar untuk mencapai target-target itu. Saya melihatnya kementerian di era sekarang terlalu banyak yang sepuh, jadi akhirnya semangat muda untuk melakukan perubahan tak tergerak dengan cepat,” tegs Ubed.

Ia pun menyatakan mendukung penuh jika Presiden Jokowi memasang nama-nama anak muda yang enerjik dan visioner untuk mengisi pos Menteri di Kabinet Kerja. Menurutnya, anak muda bisa dengan cepat menggerakkan perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk kementerian-kementerian yang sifatnya pembangunan sumber daya manusia misalnya, Ubed menyarankan agar Presiden Jokowi memberikan kursi Menteri kepada anak muda. Sementara sektor ekonomi diisi oleh kalangan profesional.

“Itu wacana yang menarik (Menteri dari anak muda). Jika presiden ingin reshuffle, maka diganti dengan wajah baru, semangat visioner yang kuat dan nama yang memang energi muda. Kalau masih pakai orang lama, ya polanya begitu-begitu saja,” papar Ubed.

Apalagi, lanjut Ubed, sebentar lagi akan masuk tahun politik dimana suhu politik akan menguat jelang Pilpres 2019. Totalitas kinerja d dari para Menteri akan sangat dibutuhkan oleh Presiden Jokowi jika ingin berdampak positif bagi pencalonannya kembali di Pilpres 2019. Ia berharap reshuffle kali ini benar-benar objektif dan tidak sekedar bagi-bagi kursi kekuasaan.

“Efeknya, kalau totalitas bekerja kabinet ini mencapai target akan muncul dampak positif bagi pencalonan Jokowi di 2019 nanti. Tapi kalau hanya bagi-bagi kursi kekuasaan, saya kira susah nantinya (Jokowi) di 2019,” demikian Ubed.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya