Berita

Hendri Satrio/Net

Politik

Demi 2 Periode, Jokowi Harus Rombak Tim Ekonomi

RABU, 12 JULI 2017 | 06:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Saat ini menjadi momen paling tepat bagi Presiden Joko Widodo untuk melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Alasannya, demi mencapai kepuasan publik atas kinerja Jokowi, sehingga bisa mulus melaju di Pilpres 2019.

"Alasannya satu saja, demi dua periode. Jadi ini seperti pembentukan tim sukses pamungkas," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/7).

Hendri menjelaskan bahwa ada dua tugas utama yang harus diemban oleh menteri-menteri hasil reshuffle. Pertama, mengembalikan citra presiden yang saat ini diçitrakan tergerus hebat pasca Pilkada Jakarta.


"Sementara tugas kedua adalah mempercepàt terwujudnya janji-janji kampanye," lanjut founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa tim ekonomi harus menjadi fokus pembenahan Jokowi dalam perombakan kali ini. Kata dia, pujian presiden terhadap tim ekonomi saat jelang Lebaran lalu bukan berarti tim ekonomi aman dari perombakan.

"Tim ekonomi tetap menjadi perhatian utama presiden. Sebab bagi presiden, perut rakyat adalah yang utama. Oleh karena itu, sangat mungkin semua menteri yang berada di sektor ekonomi dievaluasi," jelasnya.

Tidak hanya itu, sektor hukum, persatuan rakyat, dan toleransi juga akan jadi bagian dari kelompok menteri yang akan turut dievaluasi. Termasuk, pejabat setingkat menteri seperti Kepala Staf Kepresidenan

"Tapi secara garis besar semua menteri berpeluang diganti. Kemungkinan ada 7 sampai 9 posisi yang dirombak," pungkas Hendri. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya