Berita

Politik

Menteri Susi Harus Segera Selesaikan Konflik Cantrang

RABU, 12 JULI 2017 | 02:34 WIB | LAPORAN:

Pelarangan penggunaan alat penangkap ikan cantrang sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets terus mendapatkan protes.

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia melakukan unjuk rasa di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta pada Selasa (11/7). Mereka menuntut pencopotan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai buntut kebijakan pelarangan cantrang bagi para nelayan.

Atas dasar Konflik atau protes yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (Isla Unhas) Darwis Ismail menilai bahwa tidak ada upaya serius dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyelesaikan konflik cantrang. Padahal, kebijakan sudah sangat lama diprotes.


"Kami mempertanyakan pemerintah dalam hal ini KKP agar segera menyelesaikan konflik cantrang yang tidak berkesudahan. Jika konflik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian, yang pasti maka nelayan lah yang paling dirugikan," kata Darwis kepada redaksi, Rabu (12/7).

Untuk itu, Isla Unhas mendesak Menteri Susi segera menyelesaikan polemik cantrang. Menurutnya, KKP harus punya solusi yang tepat sehingga tidak ada lagi protes yang bermunculan. Apalagi waktu nelayan banyak terbuang hanya untuk melakukan unjuk rasa.

Darwis menyarankan KKP lebih kooperatif serta meminta masukan dari semua stakeholder yang memiliki hubungan langsung terhadap penggunaan alat tangkap nelayan.

"Kementerian bisa berkonsultasi ke kampus-kampus yang punya fakultas kelautan guna menyerap masukan atau mengundang pabrikan jaring untuk memberikan usulan jenis alat tangkap alternatif yang bisa ditawarkan ke nelayan cantrang," imbuhnya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya