Pelarangan penggunaan alat penangkap ikan cantrang sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets terus mendapatkan protes.
Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia melakukan unjuk rasa di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta pada Selasa (11/7). Mereka menuntut pencopotan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai buntut kebijakan pelarangan cantrang bagi para nelayan.
Atas dasar Konflik atau protes yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (Isla Unhas) Darwis Ismail menilai bahwa tidak ada upaya serius dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyelesaikan konflik cantrang. Padahal, kebijakan sudah sangat lama diprotes.
"Kami mempertanyakan pemerintah dalam hal ini KKP agar segera menyelesaikan konflik cantrang yang tidak berkesudahan. Jika konflik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian, yang pasti maka nelayan lah yang paling dirugikan," kata Darwis kepada redaksi, Rabu (12/7).
Untuk itu, Isla Unhas mendesak Menteri Susi segera menyelesaikan polemik cantrang. Menurutnya, KKP harus punya solusi yang tepat sehingga tidak ada lagi protes yang bermunculan. Apalagi waktu nelayan banyak terbuang hanya untuk melakukan unjuk rasa.
Darwis menyarankan KKP lebih kooperatif serta meminta masukan dari semua stakeholder yang memiliki hubungan langsung terhadap penggunaan alat tangkap nelayan.
"Kementerian bisa berkonsultasi ke kampus-kampus yang punya fakultas kelautan guna menyerap masukan atau mengundang pabrikan jaring untuk memberikan usulan jenis alat tangkap alternatif yang bisa ditawarkan ke nelayan cantrang," imbuhnya.
[wah]