Berita

Net

Politik

MK Harus Konsisten Soal Presidential Threshold

SELASA, 11 JULI 2017 | 23:45 WIB | LAPORAN:

Sikap ngotot pemerintah mempertahankan presidential threshold sebesar 20 persen yang berbuntut pembahasan RUU Pemilu mengalami deadlock mengundang tanya. Sebab, di satu sisi, pemerintah menginginkan RUU Pemilu secepatnya diselesaikan.

"Kok pemerintah begitu ngotot mempertahankan usulannya, sementara di sisi lain minta RUU Pemilu bisa diselesaikan dengan cepat. Lagipula UU pemilu kan gawean partai," jelas Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria dalam Forum Legislasi bertema 'Ending RUU Pemilu' di Komplek Parlemen, Jakarta (Selasa, 11/7).

Menurut dia, sebenarnya sudah banyak pendapat pakar hukum tatanegara yant menegaskan kalau usulan pemerintah terkait presidential threshold yang ngotot diperjuangkan pemerintah tersebut ilegal.


Namun pemerintah tetap pada pendiriannya. Bahkan mengesampingkan keputusan Mahkamah Konstitusi. Riza kembali menegaskan kalau pemerintah seharusnya bersikap Tut Wuri Handayani dan tidak boleh memaksakan partai politik mengikuti kehendaknya.

Pihaknya pun khawatir kalau MK ditekan oleh pemerintah untuk mendukung usulannya tersebut. Apalagi hakim MK salah satunya adaah Sadli Isra yang sebelumnya sangat tidak setuju dengan adanya ambang batas presidential threshold.

"Jadi kita tunggu saja konsistensi MK dengan adanya Sadli Isra," demikian Riza. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya