Berita

ICW/net

Politik

Prof Romli: Pansus KPK Harus Panggil ICW

SELASA, 11 JULI 2017 | 21:00 WIB | LAPORAN:

Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita mengaku heran dengan DPR RI yang menyetujui pos anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang untuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti korupsi.

"Saya heran kenapa DPR menyetujui anggaran untuk jaringan anti-korupsi padahal seharusnya LSM itu mengawasi kinerja lembaga negara," sesalnya saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Padahal menurut dia, LSM tersebut, dalam hal ini Indonesian Corruption Watch (ICW) harusnya bertugas untuk mengawasi kinerja beberapa lembaga negara dan kementerian, termasuk komisi anti rasuah.


"Namun malah mem-backup lembaga KPK sehingga tidak sehat," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Romli mengatakan itu berdasarkan pengakuan Plt Ketua KPK ketika itu, Taufiqurahman Ruki (Ketua KPK pertama) yang mengungkapkan kepadanya tentang adanya nota kesepahaman antara KPK dengan lembaga donor. Dimana dalam nota kesepahaman itu lembaga donor itu menyalurkan langsung ke ICW.

"MoU KPK ke donor, langsung ke rekening ICW. Itu tidak benar, prosedur yang dilaksanakan dengan baik tapi dilanggar karena itu ada persoalan antara KPK dan ICW," bebernya sembari menambahkan bahwa berdasarkan temuan BPK, ada dana hibah yang masuk ke ICW senilai Rp 96 miliar dari 56 donor asing.

Romli berharap agar strategi pemberantasan korupsi yang menyimpang ini tak dicontoh oleh lembaga lainnya. Sebab menurut dia, hubungan antara KPK dengan LSM penggiat korupsi harusnya sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang.

Dia kemudian mendesak agar Pansus KPK juga mengundang ICW untuk mengklarifikasi langsung soal temuan tersebut.

"ICW dipanggil ke sini untuk klarifikasi, tolong ICW dipanggil ditanya uang sebanyak itu untuk apa. Saya makin yakin ada persoalan antara KPK dengan ICW," demikian Romli.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya