Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Ekonomi Dapat Rapot Merah, Sri Mulyani Layak Dicopot!

SELASA, 11 JULI 2017 | 20:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perombakan kabinet sangat logis dan rasional jika disegerakan oleh Presiden Joko Widodo. Terlebih, kondisi saat ini benar-benar mendesak untuk dilakukan perombakan di kementerian bidang perekonomian.

Begitu kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Sarwi Chaniago menanggapi kabar bahwa perombakan kabinet akan dilaksanakan besok, Rabu (12/7).

"Era pemerintahan Jokowi di bidang ekonomi politik dapat rapor merah. Indikatornya ada daya beli yang makin menurun," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/7).


Menurutnya, selama ini di bawah komando Menteri Keuangan Sri Mulyani, utang Indonesia juga kian melejit. Utang yang sebagian besar dilakukan untuk membiayai infrastruktur, dinilai Pangi berpotensi meninggalkan beban perjalanan bangsa.

"Mestinya pembangunan infrastruktur dari pajak," ujarnya.

Lebih lanjut, Pangi menilai Menteri Sri Mulyani menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas utang tersebut.

"Menteri Sri Mulyani layak dicopot. Sebab kondisi perekmonian Indonesia sudah diujung tanduk," lanjut pengajar FISIP UIN Syarief Hidayatullah Jakarta.

Indonesia, katanya, butuh menteri yang lihai dalam mengurai mengurai problem fundamental dari level hulu sampai hilir. Kalau tidak, maka itu menjadi sinyal Indonesia menuju negara gagal

"Yang prioritas untuk segera di-reshuffle adalah menteri bidang perekonomian. Prestasi pemerintahan Jokowi di bidang perekonomian kurang begitu mengembirakan," tegasnya lagi. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya