Berita

Teuku Taufiqulhadi/Net

Politik

Pansus: KPK Tidak Perlu Lakukan Saran Yusril

SELASA, 11 JULI 2017 | 13:51 WIB | LAPORAN:

Anggota Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Teuku Taufiqulhadi tidak sependapat dengan saran pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra yang mengatakan bahwa KPK bisa menempuh jalur pengadilan jika menganggap keberadaan Pansus KPK ilegal.

Menurutnya, saran itu hanya sebatas untuk menghindarkan diri dari kontroversi.

"Itu kalau KPK merasa bahwa itu keberadaan pansus) tidak sah. Tapi bukan berarti Prof Yusril menganjurkan KPK untuk bawa ke sana (pengadilan). Ada lembaga yang bisa jadi pengadil untuk menghilangkan kontroversi. Karena itu, menurut saya kami biasa saja, kalau dibawa ke pengadilan. Dari penjelasan Prof Yusril juga, KPK bisa menjadi objek angket," lanjutnya.


Politisi Nasdem ini menegaskan bahwa usulan Yusril itu tidak perlu dilakukan karena memang KPK merupakan objek pengawasan DPR.

"Jadi hal itu sekarang saya menyerukan kepada berbagai pihak untuk berhenti berpolemik mengenai sah atau tidak sah persoalan KPK bisa jadi objek pemeriksaan angket," jelasnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan bahwa angket merupakan hak yang melekat pada setiap anggota DPR. Untuk itu, dia berharap agar lembaga lain menghargai keberadaan Pansus KPK.

"Ini untuk kebaikan kita bersama. Tidak boleh antar lembaga saling menegasi. Karena bukan persoalan lembaga tapi UU dan konstitusi. Menegasi wewenang sebuah negara sama dengan menegasi konstitusi dan UU. Jadi, saya berharap KPK bisa bekerjasama," tukasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya